Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat
Sabtu, 18 April 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kesepakatan damai antara AS dan Iran sudah semakin dekat. Trump bahkan menyatakan siap terbang ke Pakistan untuk menandatangani perjanjian damai.
“Kami sudah sangat dekat untuk membuat kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih sesaat sebelum bertolak menuju Las Vegas, Nevada, dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2026).
Trump menegaskan, prioritas utama dalam perundingan damai dengan Teheran adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Presiden dari Partai Republik itu kembali mengklaim Teheran telah memberikan lampu hijau terhadap tuntutan tersebut.
“Kami harus memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir. Mereka telah sepenuhnya setuju. Mereka telah menyetujui hampir segalanya,” ujarnya.
Baca juga : Lawan Dolar, Rupiah Tak Sekuat Ringgit
Lebih rinci, Trump menyebut, salah satu poin krusial dalam kesepakatan damai adalah kesediaan Iran untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. “Mereka telah setuju mengembalikan debu nuklir itu kepada kami,” tutur Trump.
Trump juga mengatakan, lokasi perundingan damai kemungkinan akan kembali digelar di Islamabad, Pakistan. Ia bahkan melontarkan pujian kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir atas peran mereka dalam menjembatani dialog AS–Iran.
Ia mengaku siap hadir langsung dalam penandatanganan. “Saya mungkin akan pergi, ya. Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi ke sana,” imbuh Trump.
Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam mengatakan, putaran kedua perundingan Iran dengan AS hanya akan digelar di Islamabad. “Pakistan adalah fasilitator yang kredibel dan netral. Pembicaraan di masa mendatang akan berlangsung di Pakistan dan bukan di tempat lain,” kata Amiri dalam acara di Islamabad, Kamis (16/4/2026).
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Fokus Utama Lindungi Korban Dan Tindak Tegas
Pakistan disebut tetap aktif mendorong dialog meski perundingan pertama mengalami kebuntuan. Delegasi Pakistan yang dipimpin Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk menyampaikan pesan dari Trump sekaligus membuka jalan bagi putaran lanjutan.
Delegasi yang terdiri atas unsur Kementerian Luar Negeri, lembaga keamanan, dan pakar teknis tersebut bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei mengonfirmasi pertemuan itu. “Pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung di tengah upaya diplomasi,” ujarnya, dikutip dari Tasnim, Kamis (16/4/2026).
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt optimistis, kesepakatan dapat tercapai pada putaran kedua. Ia juga menyebut perundingan kemungkinan kembali digelar di Islamabad. “Kami merasa optimistis tentang prospek kesepakatan,” ujarnya, dikutip AFP.
Baca juga : Ubaid Matraji: Segera Keluarkan Status Darurat
Dilansir Reuters, proposal lanjutan juga telah dibagikan kepada Washington dan Teheran untuk kembali mengirim delegasi. “Belum ada tanggal pasti, tapi kemungkinan antara Jumat hingga Minggu,” kata sumber senior Iran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya