Dark/Light Mode

Diplomasi Transaksional Trump

Penjualan Senjata Ke Taiwan Jadi Alat Tawar Dengan China

Selasa, 19 Mei 2026 06:10 WIB
Presiden Taiwan Lai Ching-te (kiri) dan President AS Donald Trump. OFFICE OF THE PRESIDENT AND WHITE HOUSE PHOTOS
Presiden Taiwan Lai Ching-te (kiri) dan President AS Donald Trump. OFFICE OF THE PRESIDENT AND WHITE HOUSE PHOTOS

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menjadikan penjualan senjata ke Taiwan sebagai alat tawar dalam hubungannya dengan China.

Langkah itu muncul di tengah upaya Washington menjaga hubungan dagang dan stabilitas geopolitik dengan Beijing, pasca pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu.

Trump berkunjung ke China pada 13-15 Mei 2026. Kedua pemimpin membahas soal Taiwan. Negara pulau itu merupakan isu paling sensitif dalam hubungan AS-China.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang keras setiap bentuk dukungan militer Washington kepada Taipei.

Dalam pernyataan usai pertemuan dengan Trump, Xi memperingatkan tentang bentrokan, bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan benar.

Baca juga : Jennifer Coppen, Nikah Di Bali Bulan Depan

Kini, Pemerintahan Trump lebih berhati-hati dalam menyetujui paket penjualan senjata baru ke Taiwan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Jumat (15/5/2026), Trump belum menyetujui paket persenjataan baru senilai 14 miliar dolar AS (Rp 247,5 triliun) untuk Taiwan.

“Itu tergantung China. Ini kartu tawar yang sangat bagus bagi kami,” ujar Trump. Komentar itu menimbulkan kekhawatiran Taiwan.

“Taiwan tidak akan memprovokasi atau meningkatkan konflik, tetapi juga tidak akan melepaskan kedaulatan dan martabat nasionalnya, atau cara hidup demokratis dan bebasnya, di bawah tekanan,” tegas Presiden Taiwan Lai Ching-te dalam pernyataannya, Minggu (17/5/2026).

Lai mengatakan, pembelian senjata AS adalah sebuah keharusan demi mencegah ketidakstabilan regional.

Baca juga : Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Komit Bela Buruh

“Penjualan senjata AS ke Taiwan dan kerja sama keamanan bilateral Washington DC dengan Taipei tidak hanya diatur hukum, tetapi juga merupakan katalisator bagi perdamaian dan stabilitas regional,” imbuh Lai.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Trump yang terus mendukung perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Lai menuding China sebagai akar penyebab melemahnya perdamaian dan stabilitas regional.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Mike Johnson memuji pernyataan Lai yang dianggap tegas dan berani.

“Saya pikir itu wajar bagi pemimpin di sana untuk mengatakannya,” ujar Johnson.

Menurutnya, China tidak bisa begitu saja mengambil alih wilayah dan AS akan berdiri teguh dan teguh dalam hal itu.

Baca juga : Pelemahan Rupiah Harus Dimitigasi

Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan, Trump sedang mempertimbangkan cara melanjutkan penjualan senjata lanjutan ke Taiwan.

“Sebelum menjual senjata ke negara lain, Presiden akan memastikan keputusan ini didasarkan kebutuhan Amerika dalam menjaga keamanan,” sebut Greer.

Sebelumnya, pada Desember lalu, Trump telah menyetujui paket senjata senilai 11 miliar dolar AS (Rp 194 triliun). Nilai penjualan senjata ini memecahkan rekor belanja pertahanan Taiwan.

Trump menjanjikan rudal, drone, sistem artileri dan perangkat lunak militer. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 19 Mei 2026 dengan judul "Diplomasi Transaksional Trump Penjualan Senjata Ke Taiwan Jadi Alat Tawar Dengan China"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.