Dark/Light Mode

Salah Naik Pesawat, Ingin Ke Houston Landing Di Tokyo

Jumat, 24 Juli 2026 07:45 WIB
Pesawat United Airlines mengangkasa. (Foto: United Airlines)
Pesawat United Airlines mengangkasa. (Foto: United Airlines)

RM.id  Rakyat Merdeka - Niat hati terbang ke Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), Víctor Calderon (54) malah mendarat di Tokyo, Jepang. Gara-gara salah naik pesawat, dia tersesat hingga sekitar 12.800 kilometer dari tujuan semula, selama 11 jam.

Insiden yang terjadi pada Agustus 2025 itu bermula saat Calderon berangkat dari Los Angeles, California, AS. Sesuai rencana, dia akan terbang ke Houston, lalu melanjutkan penerbangan transit menuju Managua, Nikaragua.

Begitu duduk di kursi pesawat, Calderon langsung memasang headphone, mendengarkan musik dan menonton film. Dia bahkan tidak memperhatikan pengumuman keselamatan dari awak kabin.

Awalnya dia tidak curiga. Namun, ketika penerbangan terasa jauh lebih lama dari biasanya, pria itu mulai gelisah. Kecurigaannya makin besar saat pramugari membagikan bantal dan menyajikan makan malam.

“Aneh sekali,” ujar Calderon seperti dikutip Travel and Leisure, Rabu (22/7/2026).

Baca juga : Mahasiswa Kedokteran Di AMSC

Maklum, penerbangan Los Angeles-Houston biasanya hanya sekitar 3,5 jam. Penumpang umumnya hanya mendapat minuman ringan dan camilan, bukan makan malam lengkap.

Enam jam setelah lepas landas, Calderon akhirnya memanggil pramugari. Dia khawatir tertinggal penerbangan lanjutan ke Nikaragua.

Saat itulah dia mendapat kabar mengejutkan. Pesawat yang ditumpanginya ternyata sedang melintasi Samudra Pasifik menuju Bandara Haneda, Tokyo.

Setiba di Jepang, masalah belum berakhir. Calderon tidak diizinkan keluar dari area bandara karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sesuai untuk masuk ke Jepang. Dia pun harus menunggu di terminal hingga maskapai mengatur penerbangan kembali ke rute yang benar.

“Jujur saja, saya sangat takut. Saya khawatir mereka mengira saya seorang teroris,” katanya kepada Los Angeles Times.

Baca juga : Bayer-Kemenko Pangan Genjot Produktivitas Jagung Di Ponorogo

Sebagai kompensasi awal, United Airlines memindahkan Calderon ke kelas satu untuk penerbangan pulang, serta memberikan voucher senilai 300 dolar AS atau sekitar Rp 5,6 juta.

Namun, seluruh perjalanan itu membuatnya menghabiskan waktu hampir 48 jam sebelum akhirnya tiba di Managua.

Yang membuat insiden ini semakin janggal, Calderon sebenarnya telah melewati seluruh prosedur di Bandara Internasional Los Angeles (LAX). Tiketnya dipindai petugas, dia dipersilakan naik ke pesawat, bahkan duduk sesuai nomor kursi 34D yang tertera pada boarding pass.

Akibat kekeliruan tersebut, koper Calderon lebih dulu tiba di Houston tanpa pemiliknya. Dia juga kehilangan reservasi hotel di Nikaragua dan harus mengeluarkan biaya sekitar 1.095 dolar AS atau setara Rp 19,5 juta untuk membeli pakaian baru serta menginap dua malam di hotel.

Merasa ganti rugi dari maskapai tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, Calderon menceritakan insiden itu ke media Telemundo 52.

Baca juga : Kakorlantas Lantik Pejabat Utama, Tekankan Kekompakan dan Ketangguhan

Setelah perselisihan bergulir disertai penyerahan bukti kuitansi, United Airlines akhirnya menambah kompensasi menjadi 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 17,8 juta, disertai permintaan maaf resmi.

Pengalaman pahit itu meninggalkan satu pelajaran penting bagi Calderon. “Yang paling utama, pastikan Anda berada di gate penerbangan yang benar sebelum naik pesawat,” pesannya.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 24 Juli 2026 dengan judul "Salah Naik Pesawat, Ingin Ke Houston Landing Di Tokyo"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.