Dark/Light Mode

Efek Dolar Naik, Pengrajin Tempe Kena Imbasnya

Rabu, 10 Juni 2026 08:54 WIB
Aktivitas di pabrik tahu-tempe di Pasir Putih, Depok, Jawa Barat. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Aktivitas di pabrik tahu-tempe di Pasir Putih, Depok, Jawa Barat. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kenaikan dolar AS berefek ke pengrajin tahu dan tempe. Mereka keketeran karena harga kedelai, bahan utama tahu dan tempe, melonjak tajam.

Ghufron, pengrajin tempe di Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyatakan, seiring dolar AS naik, harga kedelai terus melonjak. “Sebelumnya Rp 9.000-Rp 9.500 per kilogram. Hari ini Rp 11.000,” ucapnya.

Namun, ia tetap berusaha tidak menaikkan harga jual tempenya. Sebagai solusinya, Ghufron memperkecil ukuran tempe. "Kami tidak menaikkan harga tempe, tapi mengecilkan ukuran, mengurangi ukuran," imbuhnya.

Ghufron menyadari, jika menaikkan harga, pelanggan keberatan. Apalagi, saat ini daya beli masyarakat sedang turun.

Baca juga : Masa Jabatan Kapolri Tergantung Presiden

Ia pun berharap, harga kedelai kembali stabil. Ia juga meminta Pemerintah menjamin ketersediaan stok kedelai bagi para pengrajin lokal. "Mintanya cuma stabilitas harga dan jaminan stok gitu," harapnya.

Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Hugo Siswaya, mengungkap hal serupa. Ia menyebut, dampak kenaikan dolar AS membuat harga kedelai impor melonjak hingga angka Rp 10.500 per kilogram. Parahnya lagi, kedelai mulai langkah di pasaran.

Kondisi ini, kata dia, membuat para pengrajin mengalami kerugian. Biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan. Apalagi, permintaan konsumen mengalami penurunan drastis. "Semoga harga kembali stabil, dan kedelainya nggak susah," ucapnya.

Sejumlah pedagang tempe juga mengaku mulai merasakan penurunan pendapatan. Pedagang tempe di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Joni, menyebut omzetnya turun sekitar 35 persen sebulan terakhir. "Jumlah pembeli berkurang," katanya.

Baca juga : Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen, Purbaya Bangun Optimisme Publik

Pedagang di Kawasan Kemayoran, Siti Ayu, juga mengalami penurunan omzet yang tajam. Dari sekitar Rp 4 juta per hari menjadi Rp 3,5 juta atau berkurang sekitar 12,5 persen.

"Saya memilih memperkecil ukuran tempe dan tahu yang dijual. Biar tetap ada yang beli," ujarnya.

Menyikapi kondisi ini, Menko Pangan Zulkifli Hasan memutuskan memberikan subsidi harga kedelai sebesar Rp 2 ribu per kilogram untuk 250 ribu ton pertama melalui Perum Bulog. Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, pemberian subsidi ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap, kebijakan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan, khususnya tahu dan tempe. “Kita kasih Rp 2.000 per kilogram untuk 250 ribu ton pertama. Nanti Bulog yang akan teknisnya seperti apa," urainya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan, di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Baca juga : Indeks Menguat Naik 7,57 Persen, BUMN & Konglomerat Hijaukan Bursa Saham

Ketua Umum PAN ini menyampaikan, kebijakan tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo. Untuk teknisnya, akan dibahas bersama Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, terus memantau penyebab mahalnya produksi tahu dan tempe yang membuat keuntungan pedagang terkikis. "Masalahnya apakah karena harga impornya atau bagaimana? Kita nanti lakukan pengawasan, jangan sampai naik terus ya," ujarnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga pasokan kedelai. Sebab, jika pasokannya rendah, harga pasti juga akan naik.

"Kita usahakan pasokan terjaga. Kita carikan solusi yang terbaik. Tapi, yang penting pasokan impornya harus terjaga dulu," katanya. MEN/FAQ

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.