Dark/Light Mode

Lansia Diajak Main Parkour

Rabu, 29 Juli 2026 07:34 WIB
Sekelompok lansia di Singapura berkumpul setelah latihan parkour. (Foto: via screengrab Instagram Sweden Jakarta)
Sekelompok lansia di Singapura berkumpul setelah latihan parkour. (Foto: via screengrab Instagram Sweden Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Singapura punya cara yang tidak biasa untuk membuat orang tua lanjut usia (lansia) tetap fit dan mandiri. Warga senior itu bukan hanya diminta untuk duduk manis saja, tapi justru diajak main parkour.

Jumlah warga senior di negara ini semakin banyak. Bahkan, satu dari lima warganya sudah berumur 65 tahun ke atas. Lewat parkour, para lansia diajari melompat dari titik A ke titik B secara efisien dan cepat, hanya dengan menggunakan kemampuan tubuh mereka.

Inisiatif ini dipelopori Tan Shie Boon melalui lembaga Movement Singapore yang didirikan pada 2022. Dia menegaskan, parkour untuk lansia berfokus pada kontrol gerak dan kepercayaan diri, bukan aksi akrobatik yang berbahaya.

“Prinsipnya sederhana. Jika tubuh tidak digerakkan, Anda akan kehilangan fungsinya,” ujar Shie Boon, melansir Monocle Daily News, Jumat (24/7/2026).

Baca juga : Maldini Pilih Pirlo, Mancini Murka

Setiap pagi kakek dan nenek umur 60 tahun sampai 75 tahun dikumpulkan di area rumah susun Housing & Development Board (HDB). Mereka merangkak, gelantungan di pegangan besi sampai memanjat tembok rendah.

Gerakan yang diajarkan fokus ke kontrol gerak, melatih keseimbangan, dan belajar cara jatuh yang aman tanpa gampang cedera. Saat ini, program tersebut telah diikuti 35 orang lansia yang mayoritas adalah perempuan.

Tian Chu (60), salah satu peserta, merasa latihan ini bikin dia semakin percaya diri saat jalan-jalan di luar. Karena banyak gerakan yang dipelajarinya mirip dengan apa yang dia lakukan sehari-hari.

“Saat Anda melompati dinding atau berlari di tanjakan, itu menguji kemampuan dan hal ini memberikan rasa percaya diri,” kata Chu.

Baca juga : Man City Resmi Datangkan Elliot Anderson

Aksi parkour para lansia ini sejalan dengan konsep tata kota Singapura. Pemerintah setempat sengaja membuat area permukiman yang ramah lansia. Seperti jalur pejalan kaki beratap yang aman dan ruang terbuka publik yang asyik buat nongkrong.

Direktur Urban Redevelopment Authority (URA) Singapura Eugene Lau senang karena fasilitas umum mereka bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Kami fokus menciptakan lingkungan, masyarakat bisa tetap aktif, mandiri, dan menua di tempat yang sudah mereka kenal,” ujarnya.

Singapura menargetkan, pada tahun 2030 seluruh warganya dapat mengakses taman kota hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit. Pendekatan inovatif ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang juga menghadapi tantangan penuaan populasi.

Baca juga : Aura Kasih Diam-diam, Sudah Lama Punya Pacar

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 29 Juli 2026 dengan judul "Lansia Diajak Main Parkour"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.