Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Maldini berbeda dengan Presiden FIGC yang menginginkan Mancini. Namun, baik Pirlo atau Mancini, rekam jejak mereka sama-sama kurang baik.
Keputusan Direktur Teknik Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Paolo Maldini, menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia memunculkan polemik di internal federasi. Roberto Mancini dikabarkan kecewa lantaran gagal kembali menangani Gli Azzurri dan disebut telah menyampaikan protes kepada Presiden FIGC, Giovanni Malago.
Pencarian pelatih baru Italia akhirnya mengarah kepada Pirlo setelah FIGC gagal membujuk Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Menurut laporan jurnalis Fabrizio Romano, kesepakatan dengan Pirlo telah tercapai dan pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu.
Baca juga : Bagnaia Gagung Aprilia, Misi Balas Dendam Dimulai
Dalam proses seleksi, Pirlo mengungguli sejumlah kandidat lain yang sempat dikaitkan dengan jabatan tersebut, termasuk Roberto Mancini dan Antonio Conte.
Namun, keputusan tersebut internal FIGC terbelah. Laporan Corriere della Sera menyebutkan bahwa Presiden FIGC Giovanni Malago sebenarnya lebih menginginkan Mancini kembali menangani tim nasional. Meski demikian, keputusan akhir berada di tangan Maldini yang baru ditunjuk sebagai Direktur Teknik beberapa pekan lalu, bersama penasihat teknis Leonardo Araujo.
Media Italia itu juga melaporkan bahwa sejumlah petinggi FIGC masih menyimpan keraguan terhadap kapasitas Pirlo. Situasi tersebut membuat Mancini merasa diabaikan setelah sebelumnya disebut siap menjalani periode kedua bersama Italia usai mengakhiri kerja samanya dengan Al-Sadd pada Juni lalu.
Baca juga : Massa Pendukung Partai Kecoak Akhiri Aksi Demo
Mancini dikabarkan meluapkan kekecewaannya kepada petinggi federasi. Pelatih berusia 61 tahun itu sebelumnya menangani Italia pada periode 2018 hingga 2023 dan sukses mempersembahkan gelar juara Euro 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19.
Meski demikian, masa kepemimpinan Mancini juga diwarnai kegagalan meloloskan Italia ke Piala Dunia 2022. Ia kemudian mengundurkan diri pada 2023 sebelum menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi, yang berumur hanya satu tahun.
Di sisi lain, rekam jejak ke pelatihan Pirlo juga masih menjadi sorotan. Satu-satunya pengalaman melatih klub besar adalah bersama Juventus pada musim 2020/2021. Saat itu ia berhasil mempersembahkan gelar Coppa Italia dan Piala Super Italia dengan dukungan pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, Giorgio Chiellini, dan Federico Chiesa.
Baca juga : Richelle Skornicki Nikah, Nunggu Restu Orangtua
Setelah meninggalkan Juventus, karier kepelatihan Pirlo belum menunjukkan hasil yang konsisten. Ia gagal membawa Sampdoria bangkit dan kemudian melatih Fatih Karagümrük di Turki. Saat ini, Pirlo masih tercatat sebagai pelatih klub Uni Emirat Arab, United FC, sembari menunggu pengumuman resmi dari FIGC. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya