Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan sering diukur dengan angka: pertumbuhan ekonomi, investasi, produktivitas, dan pendapatan. Semua itu penting. Namun ada pertanyaan yang semakin mendesak: apa arti kemajuan jika manusia kehilangan arah hidup di tengahnya?
Sebuah bangsa bisa membangun gedung yang lebih tinggi, jalan yang lebih panjang, dan teknologi yang lebih canggih. Tetapi pembangunan akan terasa hampa jika tidak menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat, lebih tenteram, dan lebih bermakna. Kemajuan fisik tidak selalu berjalan seiring dengan kemajuan kemanusiaan.
Baca juga : Merawat Kepercayaan
Masalahnya, pembangunan modern terlalu mudah mengidentikkan keberhasilan dengan pertumbuhan. Yang dihitung adalah apa yang bertambah, bukan apa yang hilang. Waktu bersama keluarga, kohesi sosial, kepedulian antarsesama, dan ketenangan batin jarang masuk dalam ukuran keberhasilan, padahal justru itulah yang membuat hidup layak dijalani.
Ketika makna diabaikan, pembangunan berubah menjadi perlombaan tanpa garis akhir. Semakin banyak yang diperoleh, semakin banyak pula yang ingin dikejar. Masyarakat menjadi produktif, tetapi mudah lelah; semakin terkoneksi, tetapi merasa semakin sendiri.
E.F. Schumacher dalam Small Is Beautiful (1973) mengkritik pandangan pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan material. Baginya, ekonomi harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Kemajuan sejati adalah kemajuan yang tetap menjaga martabat, keseimbangan, dan kualitas hidup.
Negara perlu mengingat bahwa tujuan akhir pembangunan bukan sekadar memperbesar kapasitas ekonomi, melainkan memperluas kemungkinan manusia untuk hidup dengan baik. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang membuat masyarakat tidak hanya lebih sejahtera, tetapi juga lebih bermakna.
Baca juga : Keadilan yang Terasa
Apa gunanya maju jika kehilangan arah hidup? Pertanyaan itu layak menjadi cermin di tengah berbagai capaian yang dibanggakan. Sebab ukuran sebuah bangsa bukan hanya seberapa cepat ia bergerak, melainkan juga ke mana ia sedang menuju.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.