Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Perlinsos Rp 500 T Ditebar, Pengusaha Siap Kolaborasi
Rabu, 19 Agustus 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan laju inflasi 2,5 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), serta Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) sebesar Rp 549,9 triliun.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 2,8 persen pada 2026 dan 3,1 persen pada 2027. Di tengah ketidakpastian global dan tingginya suku bunga, capaian ekonomi dalam negeri dinilai masih tangguh.
Baca juga : Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS
“Kita syukuri ekonomi Indonesia pada semester I-2026 menjadi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, yaitu 5,45 persen,” ujar Airlangga dikutip Selasa (18/8/2026).
Dia memaparkan, kinerja positif tersebut ditopang realisasi investasi semester I-2026 yang mencapai Rp 1.010,6 triliun, perbaikan Rasio Gini menjadi 0,368 pada Maret 2026, serta penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.
Lembaga pemeringkat S&P Global juga mempertahankan credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Sedangkan Lianhe Rating Global memberikan peringkat AAA/Stable untuk penerbitan Panda Bond.
Baca juga : RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak
Indikator konsumsi dan sektor riil turut menunjukkan tren ekspansif. Indeks Keyakinan Konsumen tercatat di level 116,8 dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di posisi 50,2.
Penjualan mobil tumbuh 33,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), konsumsi listrik naik 10,8 persen, serta konsumsi semen tumbuh 13,5 persen yoy.
Dari sektor keuangan, pertumbuhan kredit hingga Juni 2026 mencapai 12,67 persen yoy, disokong lonjakan kredit investasi sebesar 24,9 persen. Cadangan devisa juga aman di angka 145,3 miliar dolar AS atau setara 5,5 bulan impor.
Baca juga : Pejabat FIFA Dipecat Usai Kecam Infantino
“Neraca dagang secara kumulatif pada Januari-Juni 2026 masih positif di angka 3,58 persen. Kemudian, rupiah menguat 0,69 persen dalam seminggu terakhir,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya