Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal WNI Jadi Tentara Bayaran
Kedubes Rusia & Ukraina Di Jakarta Kasih Penjelasan
Senin, 7 September 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Seluruh tudingan tersebut disampaikan Rusia sebagai bantahan atas narasi yang dikembangkan Ukraina.
"Ini pernyataan resmi Kedubes," ujar Atase Pers Kedubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Tumaykin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengklaim sedikitnya delapan WNI telah direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia.
Baca juga : Periksa Anggota DPRD Bengkulu, KPK Dalami Aliran Uang
Kedelapan WNI yang disebut tersebut yakni Yuda Putra Pratama, Ngangun Hudri Fadli, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Syaripudin Muhammad, Iskandar Wahyu Oktavian, Maulana M Hadi, dan Helmi Nugraha Hakim.
Menurut SZRU, para WNI tersebut mendapat tawaran dengan iming-iming bayaran tinggi. Mereka disebut dijanjikan pekerjaan yang tidak selalu berkaitan dengan pertempuran, percepatan memperoleh kewarganegaraan Rusia, hingga berbagai fasilitas sosial.
Namun, informasi tersebut belum serta-merta dinyatakan sebagai fakta oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan identitas, kewarganegaraan, proses perekrutan, bentuk tawaran, serta apakah para WNI tersebut benar-benar bergabung dengan militer Rusia.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Perlu Ada Peringatan Dari Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi mengenai delapan WNI tersebut perlu diverifikasi secara menyeluruh. Menurut Yusril, pemerintah perlu memastikan identitas masing-masing orang, status kewarganegaraan, proses perekrutan, bentuk tawaran yang diterima, hingga keterlibatan mereka dalam militer Rusia.
Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengatakan, pihaknya bersama sejumlah lembaga terkait masih melakukan pendalaman. Sugiono memastikan pemerintah tetap memberikan perlindungan dan pelayanan konsuler kepada WNI yang bersangkutan. Hak tersebut tetap diberikan sepanjang belum ditemukan unsur yang menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraannya.
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov juga telah membantah adanya perekrutan WNI oleh Kedubes Rusia untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Tolchenov mengatakan, misi diplomatik Rusia di Indonesia tidak melakukan perekrutan warga Indonesia untuk menjadi anggota angkatan bersenjata Rusia. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya