Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AfD, Kubu Sayap Kanan Diramal Kuasai Saxony-Anhalt
Kekuatan Kanselir Jerman Diincar Politisi Mirip Trump
Senin, 7 September 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintahan Kanselir Jerman Friedrich Merz menghadapi ujian politik serius. Partai populis sayap kanan, Alternative for Germany (AfD) berpeluang meraih kemenangan besar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman, Minggu (6/9/2026).
Jika AfD mampu meraih mayoritas mutlak, kemenangan tersebut bakal mengguncang peta politik di Negeri Panzer itu. Untuk pertama kalinya sejak berakhir Perang Dunia II, kelompok sayap kanan berpeluang menguasai pemerintahan sebuah negara bagian di Jerman.
Dikutip dari CNN, Minggu (6/9/2026), survei Infratest dimap memproyeksikan, AfD meraih 42 persen suara. Angka tersebut jauh meninggalkan Christian Democrats (CDU), partai konservatif yang dipimpin Merz, dengan dukungan sekitar 23 persen.
Baca juga : Denada, Disindir Kikuk Saat Masak Malah Ketawa
Elektabilitas AfD yang menembus lebih dari 40 persen menjadi alarm bagi pemerintahan Merz. Sebelumnya, Merz berupaya membendung popularitas AfD dengan mengambil sikap lebih tegas dalam isu imigrasi dan keamanan. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan laju partai yang dipimpin Ulrich Siegmund (35). Jika prediksi survei terbukti, AfD berpeluang membawa kemenangan elektoralnya ke tingkat pemerintahan negara bagian. Dampaknya pun bisa merembet ke politik nasional, terutama menjelang Pemilu Federal 2029.
Firewall Digoyang
Jalan AfD menuju kekuasaan selama ini terbentur firewall. Istilah itu digunakan untuk menggambarkan sikap partai-partai utama Jerman yang menolak berkoalisi maupun bekerja sama dengan AfD.
Badan intelijen Jerman mengklasifikasikan AfD sebagai kelompok ekstremis. Penilaian tersebut antara lain berkaitan dengan retorika partai mengenai warga Muslim dan isu imigrasi. Karena kebijakan firewall, AfD selama ini kesulitan mengubah perolehan suara menjadi kekuasaan pemerintahan.
Baca juga : Dunia Terancam Badai, Banjir & Kekeringan
Namun, situasinya bisa berbeda jika AfD mampu meraih mayoritas mutlak. Partai tersebut tidak perlu menggandeng partai lain untuk membentuk pemerintahan.
Dengan kata lain, tembok firewall yang selama ini menjadi benteng partai-partai utama bisa kehilangan daya cegahnya.
Ulrich Siegmund pun sudah bersumbar. “Karena apa yang telah kita mulai di Saxony-Anhalt, tidak dapat lagi dihentikan,” ujarnya kepada massa pendukungnya di Magdeburg, Ibu Kota Saxony-Anhalt, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga : Banyak Siswa Keracunan MBG, Wamenkes: Belum Masuk Status KLB
Kemenangan AfD juga dikhawatirkan membawa perubahan pada kebijakan negara bagian, terutama di bidang pendidikan, budaya dan kepolisian.
Direktur Program Eropa serta Rusia dan Eurasia di Chatham House Gregoire Roos memperkirakan, AfD akan menitikberatkan agenda politiknya pada isu-isu tersebut jika berhasil menguasai pemerintahan Saxony-Anhalt.
“Anda kemungkinan akan melihat pola yang serupa dengan apa yang terjadi di AS (di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump-red), bagaimana kurikulum sekolah diubah dan tekanan diberikan terhadap aparat kepolisian,” ujar Roos kepada CNN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya