Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Matricardi Banggakan Dukungan Bobotoh
- Pertamina Patra Niaga, Polda, dan Pemprov Sumbar Sidak BBM Subsidi di Padang
- Makin Pintar Dengan AI, Najwa Shihab Ingatkan Kemampuan Berpikir Jangan Hilang
- Dampak Abu Krakatau, 4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati
- Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Turut Diproses
Menang Besar Pemilu Negara Bagian Saxony-Anhalt
AfD, Partai Anti Islam Pro Israel Menguat Di Jerman
Senin, 7 September 2026 16:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Alternatif untuk Jerman (AfD, bahasa Jerman: Alternative für Deutschland) mencatat kemenangan besar dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt. Perolehan suara 44,5 persen menempatkan partai sayap kanan tersebut jauh di atas Partai Kristen Demokrat (CDU) yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz dengan 18,5 persen.
Partai AfD adalah partai politik Jerman yang berideologi populisme sayap kanan dan Euroskeptisme (anti-Unieropa). Partai ini berpandangan nasionalisme dan menolak keras imigrasi sehingga mereka kerap dianggap rasis, xenophobic dan islamophobic serta mencerminkan ideologi Neo-Nazi, (meskipun para pemimpin partai AfD mencoba membantah hal tersebut).
Baca juga : Kekuatan Kanselir Jerman Diincar Politisi Mirip Trump
Hasil exit poll ARD itu menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan pemilu 2021, ketika AfD memperoleh kurang dari separuh suara kali ini. Tingkat partisipasi pemilih juga mencapai sekitar 76 persen.
Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting bagi AfD karena membuka peluang bagi partai itu memimpin pemerintahan negara bagian Jerman untuk pertama kalinya sejak berakhirnya era Nazi. Namun, kemampuan AfD membentuk pemerintahan masih bergantung pada perolehan kursi dan kemungkinan dukungan dari partai lain.
Baca juga : Bayern Muenchen Juara Piala Super Jerman 2026
Kemenangan AfD memicu kekhawatiran di sejumlah negara Eropa. Di Prancis, politikus oposisi Jean-Luc Mélenchon menyebut hasil tersebut sebagai “bencana” dan memperingatkan menguatnya kembali sayap kanan jauh di Jerman.
AfD dikenal dengan sikap keras terhadap imigrasi dan Islam. Pada saat yang sama, partai tersebut berupaya menampilkan diri sebagai pendukung Israel. Menteri Urusan Diaspora Israel Amichai Chikli bahkan pernah memuji AfD karena sikapnya terhadap kelompok yang mendukung Palestina.
Baca juga : Indonesia Ajak Jerman Garap Energi Hijau Dan Semikonduktor
Pemimpin AfD Alice Weidel juga menyebut partainya sebagai pelindung warga Yahudi di Jerman. Dia mengaitkan dukungan terhadap Israel dengan agenda AfD menghadapi Islam dan kebijakan imigrasi.
Namun, citra pro-Israel itu tetap menjadi perdebatan karena sejumlah tokoh AfD pernah menuai kritik terkait pernyataan antisemitisme dan kontroversi mengenai Holocaust.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya