Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Pidato Di Konvensi Nasional Partai Republik
Vance Kasih Sinyal Mau Nyapres Gantikan Trump?
Sabtu, 12 September 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance mencuri perhatian dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas, Texas, Kamis malam (10/9/2026). Pidatonya menjadi salah satu sorotan di tengah upaya Partai Republik mempertahankan dukungan menjelang Pemilu sela pada 3 November 2026.
Selama sekitar 40 menit, Vance menyampaikan pesan nasionalis, sekaligus membela agenda Pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pidato tersebut menjadi kesempatan bagi Vance untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat potensial Partai Republik pada Pilpres 2028.
Para politisi Republik kini tidak hanya memikirkan strategi menghadapi Pemilu sela mendatang. Mereka juga mulai melihat siapa yang berpeluang meneruskan kebijakan Trump setelah masa kepemimpinannya berakhir.
Trump belum memberikan sinyal mengenai siapa yang akan didukungnya untuk Pilpres 2028. Namun, nama Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio kerap disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
Baca juga : Abu Vulkanik Susut, Jakarta Mulai Plong
Secara konstitusional, Trump tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Kondisi ini membuat persaingan untuk menjadi penerusnya mulai mengemuka di Partai Republik.
Dalam pidatonya, Vance menekankan hak rakyat AS untuk hidup aman dan makmur. Menurut dia, hak tersebut kini terancam oleh kebijakan Partai Demokrat.
“Jangan serahkan negara ini kepada sekumpulan orang gila hanya karena Anda kebetulan tidak sependapat dengan kami mengenai satu atau dua masalah kebijakan,” ujar Vance melansir Reuters, Jumat (11/9/2026).
Pidato Vance berlangsung sesuai dengan waktu yang disediakan panitia. Gaya tersebut berbeda dengan Trump yang kerap keluar dari naskah dan memperpanjang durasi pidatonya.
Baca juga : Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
Namun, pidato Vance sempat terganggu ketika seorang peserta konvensi melambaikan bendera Meksiko. “Sobat, kalau kau begitu mencintai Meksiko, pergi saja sana,” kata Vance, menanggapi peserta tersebut.
Pernyataan itu langsung disambut sorakan peserta konvensi. Mereka meneriakkan, “USA! USA! USA!”
Sebagian peserta kemudian meneriakkan “48, 48”. Sorakan tersebut mengisyaratkan dukungan agar Vance menjadi Presiden ke-48 AS pada 2028.
“Nanti saja. Sekarang kita fokus kuasai Pemilu sela November nanti,” respons Vance, yang langsung disambut tepuk tangan.
Baca juga : US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
Vance turut menyerang Pemerintahan Presiden Joe Biden periode 2021-2025. Dia menilai, kebijakan Demokrat telah membuat kehidupan masyarakat AS semakin sulit.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya