Dark/Light Mode

China Siap Produksi Vaksin Sputnik V

Sabtu, 9 Januari 2021 06:20 WIB
Vaksin Covid-19. (Foto: ist)
Vaksin Covid-19. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerukan negara-negara yang tergabung dalam BRICS (Brazil-Rusia-India-China-Afrika Selatan) bersama dalam pengembangan vaksin virus Covid-19. 

Hal ini diserukan Putin sebagai upaya vaksin Sputnik V bisa dipergunakan untuk melawan Covid-19 dan dapat diproduksi di China dan India, yang notabene merupakan anggota BRICS.

"Kami yakin penting untuk mempercepat pendirian pusat pengembangan dan penelitian vaksin BRICS, yang kami sepakati dua tahun lalu, atas prakarsa teman-teman Afrika Selatan kami," kata Putin saat berpidato di KTT BRICS ke-12 melalui konferensi video beberapa waktu yang lalu.

Berita Terkait : Rusia-Vietnam Kerja Sama Produksi Vaksin Sputnik V

KTT yang dipimpin oleh Putin tersebut dihadiri Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Putin mengatakan vaksin Sputnik V Rusia yang didaftarkan pada Agustus 2020 kemarin dapat diproduksi di China dan India.

Dilansir dari economictimes.indiatimes.com, Russian Direct Investment Fund (RDIF) telah mencapai kesepakatan dengan mitra Brazil dan India dalam melakukan uji klinis vaksin Sputnik V. Selain itu juga telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan farmasi di China dan India untuk memproduksi produksi vaksin di negara-negara ini tidak hanya untuk menutupi kebutuhan mereka, tetapi untuk negara ketiga juga.

Pada 11 Agustus 2020, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus korona, yang dijuluki Sputnik V. Vaksin itu dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute yang bekerja sama dengan  Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Berita Terkait : Antisipasi Penipuan Vaksin!

BRICS dikenal sebagai blok berpengaruh yang mewakili lebih dari 3,6 miliar orang, atau setengah dari populasi dunia. Negara-negara BRICS memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 16,6 triliun dolar AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva telah menegaskan kesiapannya untuk menjalin kerja sama pengadaan vaksin Covid-19. Menurut dia, vaksin Sputnik V bisa dipakai di sejumlah negara-negara yang bermitra dengan Rusia untuk dipakai guna melawan penyebaran virus Covid-19.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa Rusia siap untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam area produksi dan distribusi vaksin,” ujarnya. [DIT]