Dark/Light Mode

Puji Soal Isu Kelautan, Inggris Ajak Indonesia Gabung 30by30

Jumat, 11 Juni 2021 13:19 WIB
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins (Foto: Istimewa)
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins memuji kepemimpinan Indonesia dalam isu kelautan. Jenkins menyebut sejumlah contoh kepemimpinan Indonesia tersebut yang dipandangnya sangat baik, seperti menjadi tuan rumah konferensi Our Oceans pada 2018 dan dengan membentuk Archipelagic and Island States Forum.

Jenkins kemudian memaparkan kehidupan laut yang luar biasa, serta keanekaragaman ikan terumbu karang tertinggi di dunia. “Sekitar 54 persen pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Dan Indonesia memasok sekitar 10 persen komoditas kelautan dunia," ucapnya, dalam keterangan resmi Kedubes Inggris, Kamis (10/6).

Dia menambahkan, jutaan orang Indonesia bergantung pada laut untuk makanan, mata pencaharian, dan juga untuk rekreasi. Pekerjaan itu telah menunjukkan perbedaan yang dibuat Indonesia ketika membawa kepemimpinan, pengetahuan, keahlian, dan pengalamannya ke dalam diskusi global ini.

"Saya berharap Indonesia melakukan hal yang sama dan mempertimbangkan untuk bergabung dalam janji global '30by30'. Dengan menjaga sumber daya laut yang penting ini, berarti kita memastikannya agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang," ajaknya.

Bumi memiliki 70 persen wilayah perairan, yang membantu menciptakan 50 persen pasokan oksigen ke udara. Sayangnya, perubahan iklim, penangkapan ikan yang berlebihan, polusi plastik, dan lainnya menjadi tantangan bagi sumber daya alam yang luar biasa ini. Secara global, 50 persen terumbu karang telah hancur, 90 persen populasi ikan besar habis. Target global '30by30' adalah untuk melestarikan atau melindungi setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan setidaknya 30 persen dari lautan dunia pada 2030.

Dalam pertemuan para Menteri Iklim dan Lingkungan G7 akhir pekan lalu, semua anggota setuju untuk memperjuangkan target '30by30', dan berkomitmen untuk menerapkan '30by30' di negeri mereka masing-masing. Pada Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni, negara-negara dari seluruh penjuru dunia berjanji mendukung komitmen '30by30.'

Menteri Lingkungan Inggris George Eustice mengatakan, negaranya adalah pemimpin global dalam perlindungan laut. Inggris memimpin secara internasional untuk menjamin laut yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita harus mencapai keseimbangan dalam mendukung industri yang berkelanjutan sambil meningkatkan perlindungan bagi laut kita untuk memastikan ekosistem laut yang sehat, tangguh, dan beragam. Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak saat kita mengembangkan perlindungan di masa depan,” ujar Eustice.

Inggris juga telah meluncurkan rencana untuk meningkatkan perlindungan bagi perairan Inggris melalui skema percontohan untuk menetapkan situs laut di Inggris sebagai “Kawasan Laut yang Sangat Dilindungi”.

Inggris juga semakin meningkatkan perannya sebagai pemimpin global dalam perlindungan laut dengan beralih menjadi anggota penuh di Ocean Risk and Resilience Action Alliance (ORRAA), sebuah aliansi yang menyatukan sektor keuangan, pemerintah, organisasi nirlaba untuk merintis cara inovatif dalam mendorong investasi ke ekosistem penting seperti terumbu karang, hutan bakau, padang lamun, lahan basah, dan pantai yang menyediakan solusi berbasis alam untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. [DAY]