Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Tak Semua Negara Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19
Indonesia Beruntung Lho
Jumat, 28 Mei 2021 07:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengungkapkan kendala untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Saat ini, hampir semua negara kesulitan mendapatkan vaksin jadi atau bahan baku vaksin, lantaran beberapa negara menerapkan embargo, buntut dari melonjaknya kasus Covid-19 global.
Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk Ganti Winarno mengatakan, keterbatasan suplai vaksin jadi dan bahan baku menjadi tantangan dalam penyelenggaraan program vaksinasi virus Corona saat ini.
“Mengingat, suplai vaksin di dunia itu masih besar gap-nya,” ujar Ganti saat diskusi virtual bertajuk Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong, kemarin.
Baca juga : Gelora: Pembubaran Negara Israel, Solusi Palestina Bebas Penjajahan
Dia mengingatkan, saat ini tidak semua negara bisa memproduksi vaksin jadi maupun bahan baku vaksin. Begitu pula dengan negara yang bisa mendapatkannya, tidak semuanya memiliki akses.
“Saat ini, penduduk dunia ada sekitar 7 miliar orang, artinya 7 miliar ini berebut untuk mendapatkan vaksin,” ungkap Ganti.
Menurutnya, meski akses vaksin sudah diberikan oleh negara produsen kepada negara pembeli, suplai tidak serta merta bisa mengalir deras. Beberapa negara kini tengah membatasi suplai vaksin jadi dan bahan baku mereka kepada negara lain.
Baca juga : Halauan Negara, Pertahanan Nasional Dan Urgensi Infrastruktur TIK
Kondisi ini muncul karena banyak faktor. Di antaranya, adanya lonjakan kasus di suatu negara, sehingga distribusi dan kelogistikan terhambat. Faktor lain, ada negara yang memprioritaskan akses vaksin kepada masyarakatnya.
“Indonesia termasuk beruntung karena sudah ada sekian juta vaksin yang masuk dan akan terus masuk secara bertahap, meski tidak bisa sekaligus masuk,” tutur Ganti.
Dia menambahkan, saat ini, suplai vaksin dari Sinovac, farmasi China, untuk program vaksinasi gratis dari pemerintah masih terus bergulir. Teranyar, sekitar 8 juta bahan baku vaksin Sinovac masuk ke Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya