Dark/Light Mode

Membaca Trend Globalisasi (20), Karakter Khusus Nilai Universal Islam:

Penemuan Astronomi, Dan Astrologi

Rabu, 26 Desember 2018 10:20 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Antara astronomi dan astrologi seringkali dipertentangkan. Padahal antara keduanya tadinya merupakan satu kesatuan, seperti halnya antara Alkimia dan Kimia. Belakangan abad ke-17 ketika Eropa mulai mengambil alih peradaban keilmuan modern. Kalau sang penemu Al-kimia dan Kimia ialah Jabir ibn Hayyan, yang dikenal sebagai sufi-ilmuan, menemukan pertama kali Alkimia dalam kapa-sistasnya sebagai sufi dan menemukan Kimia dalam kapasitasnya sebagai ilmuan. Alkimia diperoleh melalui proses eksperimen spiritual dan Kimia diperoleh melalui eksperimen ilmiah. Belakangan ilmua Barat mengambil ilmu Kimia dengan alasan secara metodologi Barat masuk akal dan menolak Ilmu Alkimia karena dengan alasan ontology dan epistimologi keilmuannya tidak jelas atau tidak masuk akal. 

Hal yang sama juga terjadi antara Astrono¬mi dan Astrologi. Adalah Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī seorang sufi yang dikenal juga sebagai orang sangat ahli matematika dan dianggap Bapak Aljabar. Ia seorang pencetus astronomi sekaligus astrologi. Dalam kapasi¬tasnya sebagai seorang sufi, kontemplasinya melahirkan ilmu-ilmu astrologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan posisi dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari, bulan dan planet-planet serta bintang-bintang. Astrologi menyangkut penafsiran pengaruh posisi bintang-bintang dan planet-planet terhadap sifat dan nasib manusia.

Baca juga : Karakter Khusus Nilai Universal Islam:

Dari ilmu ini lahir astronomi, suatu ilmu yang memperlajari tentang alam semesta, bintang-bintang, planet, dan galaksi. Astronomi berurusan dengan posisi, ukuran, energi, komposisi, serta gerakan benda-benda langit. Dari astronomi lahir astrofisi-ka, yaitu ilmu yang berhubungan dengan proses fisik dan kimia yang terjadi pada bintang, galaksi, dan ruang antar bintang. Atau cabang ilmu fisika yang mempelajari benda langit dan alam semesta secara keseluruhan. 

Astrologi lahir sebagai hasil penghayatan dan kesadaran lebih mendalam terhadap alam semesta sebagai “ayat-ayat” Allah Swt, sebagaimana disebutkan dalam ayat: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu”. (Q.S. Fushilat/41:53). 

Baca juga : Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Kincir Angin

Ilmu-ilmu astrologi mungkin bisa dianalogikan dengan ketersingkapan rahasia Tuhan (mukasyafah), seperti Nabi Yusuf mampu memprediksi dua musim ekstrim yang akan terjadi di negerinya, Mesir, yaitu 7 tahun masa panen produktif dan 7 tahun akan terjadi masa paceklik. Khidhir mampu menggunakan ilmu laduninya untuk memprediksi masa depan seorang anak yang penuh problem dan karena itu ia membunuhnya. Pendeta Bahira memprediksi Muhammad yunior akan menjadi nabi dan orang besar. Para petani membaca letak bintang tujuh di langit sebagai tanda untuk menyemai benih padi, nelayan tradisional Bugis menurunkan kaki selutut ke dalam air laut untuk memprediksi cuaca yang akan terjadi sepanjang hari (Disertasi Dr. Baharuddin Lopa, SH.) Kesemuanya ini dianggap sebagai fenomena astrologis.

Sayang sekali ilmuan Barat mengangang¬gap disiplin Alkimia dan Astrologi sebagai tahayul yang tidak bisa dijadikan dasar pertimbangan. Selain ontology, epistimologi keilmuannya pun tidak jelas. Para mujaddin Islam seperti Ibnu Taimiyyah, menganggap astrologi sebagai bid’ah dan dikafirkan oleh golongan Wahabiyah. Padahal, dunia astrologi ilmuan Islam di abad pertengahan tidak seperti atrologi Yunani dan Cina yang memang majhu.

Baca juga : Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Penemuan Ilmu Kimia


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.