Dark/Light Mode

Kemandirian Total: Strategi Indonesia Menguatkan Pertahanan

Senin, 12 Agustus 2024 07:29 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Bersamaan dengan itu jelaslah pula bahwa swasembada pangan merupakan pilar ­utama dalam membangun keta­hanan nasional, karena pangan adalah kebutuhan dasar yang men­dasari stabilitas sosial dan politik suatu negara. Dengan menjamin ­pasokan pangan yang cukup dan stabil, negara dapat menghindari ­potensi krisis pangan yang dapat menimbulkan ketidakstabilan sosial dan ketidakpuasan politik.

Pencapaian swasembada ­pangan melibatkan berbagai strategi, termasuk peningkatan produktivitas pertanian melalui adopsi inovasi teknologi yang modern, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta perbaikan dalam sistem distribusi pangan. Pendekatan ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan tetapi ­juga mendukung keberlanjutan sistem pangan nasional.

Baca juga : Antar Indonesia Menuju Kemajuan, Ini 4 Tujuan Pemindahan IKN

Selain itu, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, seperti praktik pertanian organik dan konservasi tanah, membantu mempertahankan kualitas tanah dan ekosistem yang mendukung produksi pangan.

Sistem distribusi yang efisien memastikan pangan didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah, mengurangi pemborosan, dan menurunkan harga pangan, yang berdampak positif pada ke­tahanan pangan. Pencapaian swasembada ­pangan juga memperkuat daya tawar Indonesia dalam situasi internasional yang tidak menentu. Dengan mengurangi ketergantungan pada impor pangan, Indonesia dapat meminimalkan risiko yang terkait dengan ­fluktuasi pasar global dan kebijakan perdagangan internasional.

Baca juga : Cuaca Tangerang Hari Ini Minggu (11/8) Mendung, Apa Akan Hujan Atau Panas?

Hal ini meningkatkan stabilitas ekonomi dan keamanan ­pangan domestik, serta memberikan posisi tawar yang lebih baik dalam negosiasi inter­nasional terkait dengan perdagangan dan kerjasama ekonomi. Dengan demikian, swasembada ­pangan tidak hanya penting ­untuk ketahanan nasional tetapi juga berkontribusi pada kekuatan dan pengaruh Indonesia di kancah global.

Prof. Dr. Ermaya ­Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.