Dark/Light Mode

Tiga Analisa Angka Dan Lima Upaya Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 19 Maret 2025 16:28 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Berita dari beberapa media massa pada 14 Maret 2025 menyebutkan bahwa sekitar 357 ribu orang telah melakukan pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

Di sisi lain, laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa hingga 16 Maret 2025, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) telah menarik lebih dari 777 ribu pendaftar.

Ada tiga analisis menarik dari angka-angka ini. Pertama, kenyataan bahwa dari 777 ribu orang yang mendaftar, baru 357 ribu yang telah diperiksa. Hal ini sejalan dengan data pada 4 Maret 2025, di mana terdapat sekitar 360 ribu pendaftar, tetapi yang benar-benar datang untuk diperiksa hanya 169 ribu orang, tidak sampai separuhnya.

Jelas diperlukan upaya ekstra agar mereka yang telah mendaftar benar-benar datang memeriksakan diri. Mungkin peran perangkat desa dan RT/RW dapat difungsikan secara maksimal oleh puskesmas setempat. 

Prof Tjandra di Perpustakaan Habibie-Ainun.

Baca juga : Menag Apresiasi BPKH Kelola Dana Haji Untuk Kemaslahatan Umat

Analisis kedua, jika dilihat dari jumlah total, angka 777 ribu pendaftar per 16 Maret jelas meningkat dari 360 ribu pendaftar per 4 Maret, dengan kenaikan sekitar 417 ribu dalam kurun waktu sekitar 10 hari kerja, dan semoga terus meningkat di hari-hari mendatang. 

Analisis ketiga, walaupun pencapaian 777 ribu dalam lebih dari sebulan sejak program diluncurkan sudah merupakan kemajuan, target 100 juta orang yang diperiksa dalam satu tahun masih cukup jauh. 

Untuk itu, setidaknya ada lima hal yang dapat dilakukan.

Pertama, penjelasan kepada masyarakat jelas perlu diperluas. Perlu dirinci lagi secara spesifik jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, termasuk pemeriksaan laboratorium dan lain-lain. 

Baca juga : Jaga Kesehatan Mental Anak!

Kedua, jaminan ketersediaan sarana dan prasarana pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan klinik yang ditunjuk. Ketiga, prosedur alur pemeriksaan yang nyaman, cepat, dan efisien. 

Keempat, kemudahan mengenai tindak lanjut yang dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan menemukan adanya kelainan.

Kelima, penyuluhan secara terus-menerus kepada masyarakat luas tentang pentingnya cek kesehatan ini bagi kesehatan diri kita. Tidak cukup hanya menyebutkan bahwa masyarakat belum sadar untuk memeriksakan diri.

Semoga program pemeriksaan kesehatan gratis ini dapat terus berjalan lancar dan mencapai target 100 juta orang dalam setahun seperti yang direncanakan.

Baca juga : Asian Agri Dan Apical Optimistis Capai Target Bisnis Keberlanjutan Di 2030


Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.