Dark/Light Mode

Asta Cita Butuh Gerak Nyata

Kamis, 20 Maret 2025 07:37 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Asta Cita, sebagai visi dan misi yang diusung oleh Presi­den Prabowo Subianto dalam ­peme­rintahan, tentulah membutuhkan gerak nyata ­untuk memastikan keberhasilan Kabinet Merah Putih. ­Konsep ini tidak sekadar menjadi ­pedoman ­normatif, tetapi harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret yang berdampak luas pada pem­bangunan nasional. 

Dengan menitikberatkan pada delapan prinsip utama, Asta Cita menuntut sinergi antara ke­menterian dan lembaga ­negara agar implementasinya tidak sekadar menjadi retorika politik semata. Oleh karena itu, di­butuhkan strategi yang matang, implementasi yang konsisten, serta evaluasi yang berkelan­jutan ­untuk memastikan bahwa visi ini tidak hanya ­menjadi ­slogan, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi bangsa. 

Tanpa adanya langkah konkret dalam perencanaan dan eksekusi kebijakan, visi besar ini akan ­sulit diwujudkan. Oleh karena itu, Kabinet Merah Putih harus mengadopsi pendekatan berbasis hasil (result-oriented approach) agar setiap program yang dijalankan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Setiap kementerian dan lembaga harus memiliki target yang ­spesifik dan terukur, sehingga progres dalam mencapai Asta Cita dapat dimonitor secara berkala. 

Baca juga : Memperkokoh SDM Dan Pendidikan Karakter

Dalam aspek pertahanan dan keamanan, Asta Cita menuntut modernisasi militer yang se­jalan dengan kebutuhan stra­tegis ­Indonesia di tengah ­dinamika geopolitik global. Presiden Prabowo Subianto, dengan penga­laman­nya sebagai Menteri Pertahanan, diharapkan dapat melanjutkan upaya memperkuat sistem pertahanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) serta peningkatan profesionalisme prajurit. 

Pemerintah harus mendorong penguatan industri per­tahanan domestik dengan transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta dukungan riset dan pengembangan. ­Dengan demikian, Indonesia dapat ­mencapai kemandirian dalam sektor pertahanan yang menjadi salah satu pilar utama dalam Asta Cita.

Selain itu, aspek kesejah­teraan rakyat dalam Asta Cita harus diwujudkan melalui kebijakan ekonomi yang pro-rakyat dan berbasis pada kemandirian nasional. Reformasi di sektor agraria, industri, serta pember­dayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menjadi prioritas utama agar ke­tahanan ekonomi dapat terwujud. Keberhasilan Kabinet Merah Putih dalam aspek ini, akan sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. 

Baca juga : Tantangan Indonesia Maju Terkendala Birokrasi Dan Korupsi

Untuk memperkuat ke­tahanan ekonomi, Indonesia dapat mencontoh negara-negara seperti ­Korea Selatan dan Tiongkok, yang berhasil membangun ­industri berbasis teknologi tinggi, melalui kebijakan yang konsisten dan dukungan penuh ­terhadap riset serta inovasi. Langkah konkret seperti memberikan insentif bagi industri strategis, dan membangun pusat-pusat riset yang ber­orientasi ­pada kebutuhan industri ­nasional, harus menjadi bagian dari imple­mentasi Asta Cita. 

Di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, Asta Cita mengamanatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu prioritas utama. Pemerintah harus memastikan bahwa ­akses terhadap pendidikan yang berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Program beasiswa, peningkatan kompetensi tenaga pengajar, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri dan teknologi menjadi langkah ­penting yang harus diambil. 

Selain pendidikan formal, perlu juga diperkuat sektor pelatihan vokasi yang dapat ­menyesuaikan tenaga kerja ­dengan ­kebutuhan industri. Negara-negara maju telah membuktikan bahwa program vokasi yang kuat, dapat mengurangi angka pengang­guran dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperluas kerja sama dengan sektor swasta dalam menyediakan pelatihan berbasis industri yang sesuai dengan standar global. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.