Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - 24 Maret adalah World TB Day atau Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS). Peringatan setiap tahun ini dimulai sejak 1982, atau 100 tahun sesudah basil tuberkulosis ditemukan oleh Robert Koch.
Ada banyak aspek dalam penangannan TB, salah satu di antaranya adalah peran amat penting dari PMO, yang di laman Kementerian Kesehatan disebut sebagai Pengawas Menelan Obat.
Saya ingat dulu ketika saya masih sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes 2009-2014, ada penggunaan kata Pengawas Minum Obat, lalu Pengawas Makan Obat, lalu untuk menghilangkan kerancuan apakah obat di minum atau dimakan maka digunakanlah kata “menelan”.
Baca juga : Jadwal Buka Puasa Jakarta Dan Waktu Imsak Hari Ini Senin 24 Maret 2025
Kita ketahui bahwa salah satu tantangan pengendalian tuberkulosis adalah harus mengkonsumsi obat beberapa bulan sampai tuntas, utamanya enam bulan walaupun kini sudah ada regimen yang empat bulan dan efektif. Karena cukup lama maka pasien dapat saja merasa jenuh, atau lupa minum obatnya, apalagi kalau sesudah dua atau tiga bulan maka keluhan sudah hilang sehingga luput untuk menyelesaikan jadual pengobatannya.
Padahal, kalau berhenti di tengah jalan maka bukan saja penyakitnya tidak akan sembuh tetapi juga akan menimbulkan bahaya baru berupa kemungkinan resistensi obat sehingga tuberkulosisnya akan lebih sulit diobati.
Karena itulah amat penting peran PMO untuk selalu mengingatkan pasien minum obatnya secara teratur, dan juga kontrol berkala sesuai jadwal yang diberikan petugas kesehatan. Dalam hal ini saya mengusulkan agar kepanjangan PMO di lebarkan artinya, dari Pengawas Menelan Obat menjadi Pendamping Menelan Obat.
Baca juga : Pram Targetkan Bansos KJP Cair Sebelum Lebaran 2025
Jadi, PMO juga akan mendampingi pasien selama empat atau enam bulan pengobatannya sampai selesai, juga dapat menjadi teman bicara dan ikut membantu mencari jalan keluar kalau-kalau ada masalah yang ada, baik aspek kesehatan maupun aspek sosial lainnya.
Tentu kegiatan PMO ini juga merupakan kebaikan yang dilakukan yang InsyaAllah akan mendapat imbalan dari Allah SWT. Peran PMO amatlah penting, bukan hanya bagi pasien yang didampinginya tetapi juga bagi kesuksesan pengendalian tuberkulosis di negara kita, dan bahkan di dunia.
Semoga pengendalian tuberkulosis di negara kita dapat berhasil dengan baik, guna menyongsong Indonesia Emas 2045 tanpa gangguan tuberkulosis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya