Dark/Light Mode
Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (39)
Tentang Cerita-cerita Unik Di Mekkah
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ternyata bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara, para jamaah haji/ umrah membawa pulang cerita-cerita unik, cenderung mitos atau mistik. Kedengarannya tidak masuk akal tetapi cenderung dipercayai banyak orang. Mungkin itu disebabkan karena bagian dari keberkahan kota suci Mekkah.
Berbagai tema cerita, banyak diungkapkan berdasarkan pengalaman langsung atau tidak langsung orang-orang yang pulang dari Tanah Suci. Cerita-cerita seperti ini ternyata bukan hanya sekarang tetapi semenjak dahulu kala. Bahkan cerita-cerita unik ini dibukukan dalam satu buku besar “Akhbaru Makkah”. Semula buku ini hanya satu jilid sekarang sudah menjadi dua jilid. Isinya, terutama mengenai asal usul kota Mekkah yang sarat dengan berbagai cerita mistis.
Cerita orang-orang yang pulang dari tanah suci memiliki banyak tema. Tema yang paling dominan ialah akibat perilaku angkuh dan sombong, menyepelekan orang, dan menghujat orang lain, seringkali diberikan balasan langsung oleh Allah SWT.
Baca juga : Mekkah Sebagai Kota Berkah Dan Keramat
Salah satu contohnya, ada seorang mantan pejabat di Indonesia bercerita. Katanya, pernah terlintas dalam pikirannya ketika baru saja menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Haram, mengapa orang bisa hilang di sekitar Ka’bah yang luasnya hanya sebegini.
Dasar mungkin orang kampung yang tidak pernah menyaksikan kota dan orang banyak, sehingga tidak tahu membaca tanda dan petunjuk, tentu saja bisa hilang atau tersesat.
Giliran sang mantan pejabat mau pulang ke hotelnya, ia seperti linglung tidak tahu arahnya. Ia tersesat di kawasan itu sampai sore. Ia dicari oleh keluarga dan rombongannya tidak ketemu. Pada akhirnya, ia shalat sunat tobat memohon agar keangkuhan dan kelancangannya dimaafkan.
Baca juga : Batas Wilayah Berkah Di Kota Mekah
Tidak lama setelah itu, anggota keluarganya menemukannya, tidak jauh dari pintu masuk Ka’bah yang dilewatinya. Semenjak kejadian itu, dia sadar bahwa Mekkah, khususnya di kawasan Baitullah, tidak boleh memiliki pikiran-pikiran negatif semisal memandang remeh orang lain.
Pengalaman lain, sebuah true story salah seorang jamaah haji dari Washington DC. Waktu itu ia berumur sekitar sekitar 50 tahun. Sudah 10 tahun menderita gangguan darah, sehingga selama itu, dia harus cuci darah dua kali seminggu. Ia memiliki niat kuat menunaikan ibadah haji lalu meminta izin kepada tim dokter yang menanganinya di rumah sakit.
Tim dokternya menasehati agar mengurungkan niat, karena khawatir pelayanan kesehatan di sana tidak bisa maksimum, sehingga bisa berakibat fatal. Namun demikian laki-laki ini tetap mendesak dan akhirnya “nekat” berangkat ke tanah suci dengan penuh kepasrahan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.