Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Haji tidak semata-mata memiliki makna spiritual keagamaan tetapi juga memiliki dampak sosial-kultural. Dalam masyarakat yang berlapis-lapis, kecenderungan kelompok masyarakat untuk naik ke lapis atas merupakan suatu keniscayaan.
Namun yang perlu dipikirkan, prestise yang tidak berbanding lurus dengan prestasi sering kali muncul sebagai suatu fenomena di dalam masyarakat kita.
Baca juga : Selamat Datang Haji Mabrur
Sebetulnya banyak orang belum masuk kategori wajib haji dilihat dari sudut pandang ilmu fikih tetapi karena haji jadi fenomena sosial-budaya, maka hal itu tak terhindarkan. Walaupun di antara mereka ada orang yang terpaksa harus menjual sawah dan lahan garapannya. Bahkan, ada yang sepulang dari tanah suci, mereka bersedia menjadi petani penggarap atau penyewa lahan. Yang penting sudah bergelar haji.
Dahulu sudah bukan rahasia lagi, jika mau membeli tanah dengan harga miring tunggu menjelang pelunasan ONH. Pernah seorang gubernur Sul-Sel mengeluh karena jumlah uang yang keluar melalui haji lebih besar dari pada uang masuk melalui investor, sehingga muncul istilah proses pemiskinan masyarakat melalui haji.
Baca juga : Haji Dalam Perspektif Tarekat
Sebagai rukun Islam kelima, wajar jika haji mendapatkan perhatian luas umat Islam. Hal yang menarik lainnya ialah fenomena haji berkali-kali. Ada yang setengah mati banting tulang mencari duit demi menunaikan haji berulangkali. Di sinilah perlunya sosialisasi haji, terutama manasik haji yang mencerahkan.
Haji diperlukan sekali seunur hidup. Kalau masih ada kelebihan dana lebih baik membuat pondok pesantren untuk mencerdaskan umat ketimbang haji berulang kali.
Baca juga : Haji Dalam Perspektif Fikih
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 1 Juli 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (43) Fenomena Haji Kultural"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.