Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (15)
Belajar Dari Kajian Prof LWH Hull (Bagian 1)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Prof LWH Hull seorang professor yang amat disegani di AS, terutama setelah buku monumentalnya diterbitkan, “History and Philosophy of science”. Hull telah mengungkapkan bahwa siklus pergumulan antara agama, filsafat dan ilmu terjadi setiap enam abad. Ia memulai penelitiannya dengan mengakaji enam abad SM. Periode ini ditandai dengan lahirnya tokoh-tokoh filsafat Yunani yang amat tersohor sampai saat ini, seperti Tales (ahli filsafat, astronomi, dan geometrika), Pytagoras (geometrika dan aritmatika), Aristoteles (ahli filsafat, ilmu empiris, yang juga dikenal sebagai pendiri Mazhab Alexandria, yang lebih menekankan pendekatan induktif), Plato (ahli filsafat, ilmu-ilmu rasional, yang lebih dikenal dengan pendiri Mazhab Atena, yang lebih menekankan pendekatan deduktif). Periode ini para filosof menenggelamkan peran dan popularitas pemimpin politik dan pemimpin agama.
Baca juga : Menegakkan Sikap Keterbukaan Akademik
Periode kedua, ditandai dengan lahirnya Nabi Isa (1M) sampai lahirnya Nabi Muhammad (VI M). Periode ini ditandai dengan merosotnya pengaruh dan popularitas para filosof dan menguatnya peran penguasa yang sekaligus sebagai penguasa gereja. Mereka memperatasnamakan diri sebagai wakil Tuhan di bumi. Dengan demikian, otoritas dan penentu kebenaran berada di tangan Raja (Romawi). Dalam periode ini hampir tidak ditemukan tokoh pemikir dan filsafat. Sebaliknya tercatat sejumlah raja yang sangat full power. Di masa ini orang-orang tidak berani berfikir dan mengkaji ilmu pengetahuan, karena bisa saja berarti malapetaka baginya, terutama jika teori dan hasil pemikirannya berbeda, apalagi bertentangan dengan pendapat gereja. Tidak sedikit jumlahnya pemikir dan ilmuan menjadi korban karena mereka mencoba memperkenalkan kebenaran di luar gereja. Akibatnya muncullah zaman kegelapan dimana tidak ada lagi keberanian untuk melakukan pengkajian dan aktifitas ilmu pengetahuan. Inilah yang kemudian disebut dengan zaman jahiliyah dan sekaligus menjadi back ground lahirnya agama Islam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.