Dark/Light Mode
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (21)
Proto Peradaban Islam (1) Periode Nabi Muhammad (570-632 M)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pertengahan abad ke-6 M dikenal sebagai puncak kegelapan peradaban kemanusiaaan. Ilmu pengetahuan tidak bisa menggeser dominasi kekuatan gereja yang berkoalisi dengan kaisar.
Zaman ini biasa disebut zaman jahiliah karena prestasi ilmu pengetahuan betul-betul sangat lamban. Apalagi di jazirah Arab, selain wilayahnya sangat tandus, perkemabangan ilmu pengetahuannya juga sangat terbelakang.
Baca juga : Masa Transisi Yunani-Romawi (1-6M)
Itulah sebabnya, dua kerajaan super power yang mengapitnya, Kerajaan Persia di Timur dan Romawi Byzantium di barat, tidak pernah tertarik untuk mengkooptasi karena potensi ekonominya sangat terbatas.
Instabilitas politiknya juga sangat tinggi karena mereka memperebutkan mata air (oase) yang terbatas dibanding jumlah penduduk dan binatang ternak yang tergantung kepadanya. Masyarakatnya sangat nomaden dan mengandalkan suplai bahan pokok dari luar melalui kafilah-kafilah yang dioperasikan oleh para saudagar yang sangat oligopoli.
Baca juga : Peradaban Yunani Klasik (Abad ke-6 SM sampai Abad ke-1 M)
Di masa inilah Nabi Muhammad Saw lahir (571M). Semenjak kecil ia memperlihatkan bakat dan talenta luar biasa. Ia ditempa sebagai pengembala kambing. Kemudian bakat profesional membawanya dekat dan menjadi karyawan seorang bangsawan yang kaya raya bernama Khadijah.
Meskipun seorang janda tetapi sangat disegani masyarakat Mekkah saat itu karena kecerdasannya di dalam mengelola usahanya. Bergabungnya pemuda cerdas bernama Muhammad yang kemudian menjadi Nabi (619M) membuat posisinya semakin penting.
Baca juga : Peradaban Dunia Pra Yunani
Gebrakan turunnya Al-Qur’an yang diawali dengan ayat “Iqra’ bi ismi Rabbik” (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu) bagaikan menggebrak kawasan tandus ini menjadi kawasan politik dan ekonomi yang amat penting. Terutama setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah (622M), satu persatu kawasan itu bergabung dengan rezim yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Sistem politik yang tadinya sangat otoritarisme, civil society (Maday). Kerajaan Persia yang ada di Timur dan Kerajaan Romawi yang ada di Barat harus tunduk di bawah kekuasaan pemerintahan Islam.
Pada masa awal, Islam bukan hanya tampil sebagai simbol agama tetapi menjadi kekuatan politik yang egaliter dan ekonomi yang moderat. Dengan bimbingan Al-Qur’an dan petunjuk Nabi Muhammad yang kemudian dibukukan menjadi Hadis sebagai directions untuk menjabarkan nilai-nilai Al-Qur’an di dalam masyarakat. berubah menjadi sebuah masyarakat
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.