Dark/Light Mode

6 Anjuran Di Hari Paru Sedunia 2025

Kamis, 25 September 2025 07:20 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 25 September 2025 diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Paru Sedunia atau World Lung Day 2025. Tema tahun ini, yang dipilih oleh organisasi dunia Forum of International Respiratory Societies (FIRS), adalah Healthy Lungs, Healthy Life. Di Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), tema ini diterjemahkan sebagai Paru Sehat, Hidup Sehat.

Selain kegiatan ilmiah di bidang paru dan pernapasan, khusus tahun ini ada enam ­anjuran untuk mewujudkan Paru Sehat, Hidup Sehat. Baiknya, kita semua melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, hiruplah udara bersih dan sehat. Hal ini tentu tidak selalu mudah dilakukan, terutama di kota-kota besar yang kerap dilanda polusi udara. Setidaknya ada dua hal yang bisa kita lakukan. Yaitu, hindari daerah dengan polusi tinggi, misalnya dengan ­mengurangi aktivitas di luar rumah saat udara tercemar.

Baca juga : Diplomasi Kesehatan Global

Selain itu, dorong kebijakan publik untuk mewujudkan udara bersih dan sehat di sekitar kita.

Kedua, jangan merokok. Kita semua tahu, kebiasaan merokok jelas merugikan ke­sehatan. Bukti ilmiahnya tidak dapat diragukan lagi. Mari gunakan momentum Hari Paru Sedunia ini untuk berhenti merokok. Untuk yang tidak merokok, FIRS menganjurkan agar menghindari paparan asap rokok atau second-hand smoke. Dalam hal ini, saya menambahkan: yang perlu diwaspadai bukan hanya dampak perokok pasif (second-hand smoke), tapi juga perokok tersier. Hal ini pernah saya bahas dalam artikel berjudul Pasca Tuberkulosis dan Rokok Tersier yang dimuat di koran Rakyat Merdeka, 8 September 2025.

Ketiga, lakukan aktivitas fisik secara rutin. Bukti ilmiah menunjukkan, latihan fisik teratur mendukung fungsi paru dan pernapasan. Olahraga dan aktivitas fisik harus menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari, sesibuk apa pun kita. Bisa dengan berolahraga ­sungguhan, senam ringan di kantor, atau sesederhana jalan kaki 10 ribu langkah sehari.

Baca juga : Lagi-Lagi Kecacingan Pada Anak Bangsa

Keempat, lakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi paru. Kita sudah akrab dengan vaksin Covid-19. Selain itu, sudah tersedia pula ber­bagai ­vaksin untuk mencegah ­influenza, ISPA, dan pneumonia dari beragam mikroorga­nisme penyebabnya.

Kelima, konsumsi makanan bergizi seimbang. Makanan dengan gizi seimbang terbukti meningkatkan kemampuan ­paru dan sistem pernapasan kita.

Keenam, lawan perubahan iklim (Fight Climate Change). Dalam konteks ini, kita ­patut menyambut baik pidato Pre­siden Prabowo di Sidang Umum PBB, 24 September 2025. Antara lain beliau ­menyampaikan: “Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kami bersaksi di hadapan Anda bahwa kami sudah merasakan dampak langsung perubahan iklim, khususnya ancaman kenaikan permukaan laut. Permukaan laut di pantai utara ibu kota kami meningkat 5 sentimeter setiap tahun. Dapatkah Anda ­bayangkan dalam sepuluh tahun? Dua puluh tahun? Untuk itu, kami membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 kilo­meter. Mungkin akan memakan ­waktu 20 tahun, tetapi kami tidak punya pilihan. Kami harus mulai sekarang. Oleh karena itu, kami memilih menghadapi perubahan iklim, bukan dengan slogan, tetapi dengan langkah nyata.”

Baca juga : Tantangan Kesehatan Paru Di 52 Tahun PDPI

Pernyataan Presiden ­Prabowo ini menegaskan, ­penanganan perubahan iklim tidak bisa hanya dengan ­slogan. Harus ada perbuatan nyata. Salah satunya, ­dengan melaksanakan enam anjuran dalam rangka Hari Paru ­Sedunia 2025 ini.

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.