Dark/Light Mode

Presiden ​Prabowo: Hilirisasi, Kebijakan Publik Menuju Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 3 April 2026 09:14 WIB
Dr. Eko Wahyuanto
Dr. Eko Wahyuanto
Pengamat Kebijakan Publik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguasaan hilirisasi migas berbasis industri hijau, merupakan visi pembangunan ekonomi, memutus rantai eksploitasi bahan mentah domestik. Ambisi besar ini menghadapi tantangan teknis dan kalkulasi finansial cukup tinggi.

Transformasi industri hulu-hilir memerlukan kebijakan berbasis data, dan keberanian merombak struktur industri mapan agar adaptif dan mandiri. Maka program hilirisasi harga mati demi mengubah wajah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen.

Langkah tersebut ​tidak hanya bisa dibuktikan dengan membangun pabrik, tetapi juga strategi memenangkan persaingan rantai pasok internasional. Sebab negara dengan mengandalkan ekspor komoditas mentah akan tergilas. 

Maka Indonesia harus membangun industri dengan tingkat kedalaman hulu dan hilir, sehingga memiliki daya tahan atau resilience kuat. 

Tepat kiranya kebijakan publik yang dibuat dan dijalankan pemerintah saat ini. Sebagai upaya sistematis memastikan setiap tetes minyak dan setiap kaki kubik gas keluar dari perut bumi, memberikan kesejahteraan bagi rakyat.

Hilirisasi, Bukan Sekadar Smelter ​

Diskursus hilirisasi kerap  terjebak dalam pengertian industri nikel. Padahal sektor migas justru menjadi backbone atau tulang punggung  penentu daya saing industri nasional. 

Berkali-kali Presiden Prabowo menyatakan, Indonesia terus berusaha agar tidak mengekspor gas menta. Kita perlu berkaca pada Uni Emirat Arab yang berhasil melakukan transformasi ekonomi dari awalnya eksportir minyak mentah menjadi pusat industri petrokimia dan energi global melalui penguasaan teknologi hilir. 

Kebijakan seperti itu akan memberikan dampak nyata  investasi di sektor hilirisasi telah mencapai angka diatas Rp 370 triliun. Berdasarkan data Kementerian BUMN, kontribusi sektor energi terhadap kas negara menembus angka Rp 1.100 triliun dalam tiga tahun terakhir.

Baca juga : Presiden Prabowo Tiba Di Tanah Air Usai Kunjungan Ke Jepang Dan Korsel

​Anatomi hilirisasi migas melibatkan penciptaan ekosistem turunan secara masif. Gas bumi dapat digunakan diolah menjadi amonia dan urea akan memperkuat ketahanan pangan melalui ketersediaan pupuk. 

Presiden mengingatkan bahwa tanpa hilirisasi gas, kita akan terus bergantung pada produk impor yang harganya fluktuatif. Norwegia merupakan satu diantara beberapa negara, melalui Equinor, berhasil mengelola kekayaan migas hulu hingga hilir untuk mendanai Sovereign Wealth Fund terbesar di dunia,demi kesejahteraan lintas generasi. 

Indonesia dengan pipa gas Cirebon-Semarang (CISEM) bukti nyata upaya pemerintah membangun "urat nadi" energi nasional. Negara-negara maju menempatkan hilirisasi menjadi instrumen penting. Mengubah profil ekonomi dari berbasis ekstraksi menjadi ekonomi bernilai tambah kompetitif. Pada ujungnya menciptakan efek domino ekonomi bagi pelaku usaha lokal di daerah operasional. ​

Visi Industri Hijau ​

Presiden Prabowo Subianto membawa dimensi baru dalam melihat peta geopolitik global melalui konsep infrastruktur industri hijau berkelanjutan. Dunia sedang bergerak menuju dekarbonisasi, dan produk hilirisasi Indonesia harus memiliki standar emisi rendah agar tetap kompetitif. 

Hilirisasi hijau syarat mutlak untuk menarik investasi masa depan. Strategi swasembada energi melalui implementasi B35 menuju B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp150 triliun per tahun dari pengurangan impor solar. 

Infrastruktur hijau mencakup pengembangan Carbon Capture Storage (CCS). Saat ini sedang dipelopori Pertamina melalui beberapa lapangan migas tua. Bukan soal mengikuti tren global, tetapi menjadi strategi bertahan industri nasional, agar tidak tergilas pajak karbon internasional yang ketat. ​

Sekaligus menyasar pada kemandirian energi secara mutlak. Mirip dengan apa yang dilakukan Jerman melalui "Renewable Energy" atau energi terbarukan  untuk menggeser ketergantungan fosil. 

Dalam hal ini Presiden Prabowo memahami bahwa infrastruktur hijau merupakan benteng pertahanan ekonomi. Dengan mengandalkan energi baru terbarukan, bersumber dari kekayaan hayati lokal seperti sawit dan tebu, Indonesia akan memutus ketergantungan pada fluktuasi harga minyak mentah dunia. 

Baca juga : Dijamu Presiden Lee Di Blue House, Prabowo Bahas Ketahanan Energi

Jika tidak dilakukan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo mustahil tercapai. Maka perlu lompatan besar di sektor industri hijau ini. 

Inilah yang disebut kombinasi antara nasionalisme ekonomi dan kesadaran lingkungan pragmatis. Sehingga Indonesia tidak hanya menyandang predikat negara maju, tetapi juga negara maju yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan dangdut keselamatan bumi bagi generasi mendatang. ​

Strategis Berbasis Data ​

Angka-angka menunjukkan, ambisi tersebut berpijak pada pondasi finansial solid, meski tetap memerlukan mitigasi risiko ketat. 

Laba bersih BUMN sekitar Rp290 triliun pada periode terakhir,  menyediakan ruang fiskal bagi pemerintah melakukan investasi proyek strategis nasional. Kolaborasi antara modal asing dan kekuatan BUMN menjadi kunci percepatan eksekusi, sebagaimana Tiongkok menggunakan BUMN mereka untuk menguasai rantai pasok global dari hulu hingga hilir dalam waktu singkat. 

Itulah mengapa kunjungan presiden Prabowo ke Cina dan Korea Selatan dengan nilai investasi total lebih dari 550 triliun, menjadi angin segar bagi industri di tanah air. 

Data menunjukkan hilirisasi migas mampu meningkatkan nilai tambah komoditas hingga puluhan kali lipat dibandingkan penjualan mentah di pasar spot. Tetapi investasi ini harus diarahkan secara presisi agar tidak terjadi inefisiensi pada pembangunan infrastruktur penunjang di daerah terpencil.

​ Diakui, peran BUMN sebagai lokomotif ekonomi di daerah-daerah luar Jawa sangat kuat. Melalui proyek hilirisasi, pertumbuhan ekonomi tidak lagi terkonsentrasi di satu titik, melainkan menyebar mengikuti lokasi ketersediaan sumber daya alam. 

Peran sebagai agent of development, dapat dibarengi dengan tata kelola (governance) tanpa cela. Di sinilah pentingnya integritas birokrasi yang diwujudkan dalam kemudahan perizinan, menjadi instrumen non-fisik paling vital. 

Baca juga : Elektrifikasi Menjadi Solusi Menuju Ketahanan Energi

Anggaran besar untuk membangun infrastruktur migas dan industri hijau harus bebas dari praktik korupsi. Dengan menggunakan data sebagai kompas penunjuk arah kebijakan, pemerintah dapat memitigasi risiko kegagalan proyek dan memastikan bahwa setiap rupiah investasi BUMN membuahkan hasil nyata bagi penguatan struktur ekonomi nasional. Termasuk peningkatan daya saing global di kancah internasional. ​

Sinergi Kebijakan Publik

​Keberhasilan kebijakan hilirisasi dan industri hijau, bergantung kolaborasi kolektif untuk mendukung kebijakan publik bersifat transformatif. Program hilirisasi yang berdampak pada penciptaan tenaga kerja, tidak boleh meninggalkan daerah. Mereka harus terlibat aktif dalam rantai pasok hilirisasi.  Kita bisa melihat bagaimana Jepang dan Korea Selatan sukses melakukan transformasi industri karena adanya sinergi kuat antara pemerintah, korporasi besar, dan masyarakat. 

Ego sektoral antar-lembaga, atau sikap pesimis publik harus dikikis, untuk memastikan tidak ada faktor  penghambat bagi investasi hijau. Sinergi kolektif mencakup aspek sumber daya manusia, dari perguruan tinggi, lembaga riset dan industri harus menghasilkan inovasi berdampak pada proses hilirisasi. 

Dalam dunia penuh kecamuk,  hilirisasi merupakan pilihan instrumen paling tepat bagi keadilan sosial. Publik perlu memahami, setiap perubahan struktur akan membawa penyesuaian jangka pendek, tetapi memberi jaminan kesejahteraan jangka panjang lebih stabil. 

Kebijakan publik yang baik adalah kebijakan yang didukung "Public Trust" atau kepercayaan publik. Hanya dengan kesadaran kolektif antara pemerintah, industri, dan rakyat, Indonesia dapat melompat menjadi raksasa ekonomi baru berdaulat dan berdiri di atas kaki sendiri.

Oleh: Dr. Eko Wahyuanto
Pengamat Kebijakan Publik

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.