Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka (RM.id), 21 April, menurunkan berita berjudul “Kloter Pertama Tiba Besok di Madinah” yang antara lain menuliskan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026. Kita tahu, situasi kesehatan para jemaah haji cukup beragam.
Dalam hal ini, laman Nusuk Haji Arab Saudi (https://hajj.nusuk.sa/nusuk/health/guidelines) per 21 April 2026 memberikan sembilan rekomendasi bagi jemaah haji yang masuk kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.
Karena di antara jemaah haji kita juga terdapat lansia dan penderita penyakit kronis, maka penting memperhatikan sembilan rekomendasi kesehatan resmi dari Pemerintah Arab Saudi ini.
Rekomendasi pertama, calon jemaah haji lansia dan penderita penyakit kronis perlu melakukan konsultasi kesehatan sebelum berangkat. Penyakit kronis berat yang dimaksud mencakup kanker lanjut, penyakit paru dan jantung, penyakit hati dan ginjal tahap lanjut, serta senilitas. Jemaah harus berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk menilai kesiapan fisik dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.
Baca juga : Hari Kartini Dan Kesehatan Perempuan Dunia
Rekomendasi kedua adalah kesiapan dokumentasi medis bagi setiap jemaah haji. Dokumen ini harus diperoleh dari petugas kesehatan di tanah air dan berisi informasi rinci tentang kondisi kesehatan, obat yang diresepkan, serta informasi terkait lainnya.
Rekomendasi ketiga terkait obat-obatan. Jemaah haji harus membawa obat yang diperlukan dalam jumlah cukup selama berada di Arab Saudi. Dianjurkan pula membawa informasi nama generik obat, karena nama dagang di Arab Saudi bisa berbeda dengan di Indonesia.
Rekomendasi keempat, jemaah haji perlu menyiapkan penyesuaian waktu konsumsi obat selama di Arab Saudi setelah berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting mengingat adanya perbedaan waktu, jadwal keberangkatan dan kepulangan, serta faktor lainnya.
Rekomendasi kelima adalah status vaksinasi. Laman Nusuk Haji menyebutkan jemaah dari berbagai negara perlu memperbarui vaksinasi, termasuk untuk penyakit menular seperti difteri, tetanus, pertusis, polio, campak (measles), varisela, dan mumps.
Baca juga : Mutu Pendidikan Kedokteran
Rekomendasi keenam berkaitan dengan alat kesehatan khusus. Jemaah yang memerlukan alat tertentu harus memastikan alat tersebut berfungsi baik, baterai cukup, serta perlengkapan lainnya tersedia. Contohnya alat bantu pernapasan, alat bantu dengar, dan implan koklea.
Rekomendasi ketujuh adalah penggunaan kursi roda. Jemaah yang membutuhkan disarankan membawa kursi roda sendiri serta didampingi keluarga atau kerabat yang siap membantu. Perlu juga mengantisipasi jika terjadi kerusakan, seperti ban bocor. Jika diperlukan, kursi roda bisa dibeli di toko farmasi di Mekkah.
Rekomendasi kedelapan terkait kebugaran fisik. Jemaah lansia dan penderita penyakit kronis dianjurkan menghindari aktivitas fisik berlebihan dan memprioritaskan kesehatan. Disarankan menggunakan kursi roda saat tawaf dan sai antara Safa dan Marwah, serta dalam kondisi lain yang diperlukan.
Rekomendasi kesembilan, jemaah harus segera mendapatkan penanganan medis bila diperlukan. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada, sesak napas, komplikasi terkait gula darah, serta masalah kesehatan lain yang memerlukan pemeriksaan segera.
Baca juga : Networking, Kesejawatan, dan Silaturahmi
Ditekankan, jemaah haji lansia dan penderita penyakit kronis harus selalu memprioritaskan kondisi kesehatannya selama menjalankan ibadah haji.
Semoga kesehatan jemaah haji Indonesia tetap terjaga selama di Mekkah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Madinah. Insyaallah memperoleh haji mabrur.
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024,
- Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 PERSI
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
- Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah 1990–1991
- Ketua Tim Pengawasan Pengendalian (Wasdal) Kesehatan Haji Indonesia 2013
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.