Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - World Health Organization atau WHO dan banyak negara, mudah-mudahan di negara Indonesia juga sedang mengamati varian baru Covid-19, BA.3.2, yang diberi nama Cicada. Ini sudah masuk "Variant Under Monitoring - VUM" WHO.
Ada tiga informasi tambahan tentang varian ini, adalah sebagai berikut:
Pertama, ternyata BA.3.2 sudah mengalami 75 mutasi, jadi memang banyak sekali dan karena itu disebut "high mutated".
Baca juga : Perang Dan Disrupsi Obat Farmasi
Kedua, yang banyak jadi perhatian adalah karena mutasi terjadi di "spike protein" virusnya, yang waktu Covid-19 sedang merebak maka kita mengenal peran penting "tonjolan" protein ini dalam proses aktivitas virus.
Baca juga : Hari TB Sedunia 2026, Indonesia di WPRO
Ketiga, nama Cicada rupanya mengacu ke nama serangga yang di kita dikenal sebagai Tonggeret.
Ini dihubungkan dengan kejadian infeksi BA.3.2. yang di 2024 terjadi pada seorang anak di Afrika Selatan dan lalu situasi tidak pernah meningkat, baru pada akhir 2025 dan awal 2016 terjadi peningkatan kasus di banyak negara.
Semoga pemantauan di Indonesia juga dapat terus digalakkan. Kita tahu bahwa sejauh ini, di negara kita sudah dilakukan surveilans pada manusia (walau jumlah test nya masih terbatas), tapi yang kini juga diperlukan adalah surveilans (termasuk genomik) pada air limbah, seperti sudah dilakukan di negara-negara lain. Dan mudah-mudahan hal ini akan dilakukan juga di negara kita.
Baca juga : Keseimbangan Konsumsi Makanan dan Aktivitas Fisik Sesudah Lebaran
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.