Dark/Light Mode
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Polemik MSCI terhadap pasar modal Indonesia mengingatkan zaman kuliah program MBA pada awal tahun 90-an. Mahasiswa diajarkan bagaimana memahami portofolio pasar saham global sejak awal semester. Setiap siswa diwajibkan berlangganan harian bisnis The Wall Street Journal. Di sisi lain, siswa berdebat tentang kajian beberapa lembaga keuangan swasta seperti Moody’s Global, S&P 500 dan MSCI merupakan mata kuliah strategis bagi para calon pengambil keputusan.
“Kenapa kita paranoid menyikapi kajian MSCI, Mo? Pengamat pasar modal tidak ada yang bersuara memberikan pencerahan. Justru mereka membiarkan Presiden turun tangan sendiri menenangkan pasar,” celetuk Petruk serius. Romo Semar mesem sambil menghela napas panjang menghalau beban berat menghimpitnya. Semar kurang semangat nimbrung polemik MSCI. Romo Semar sedang galau kebakaran hutan tidak kunjung padam walau sudah mulai turun hujan.
Seperti biasa Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan pisang rebus dan singkong bakar menambah nikmat sarapan pagi ala Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata, di mana, Prabu Kresna menguji kesaktian Antareja jelang perang Baratayuda.
Baca juga : Gugatan Latar Belakang Pendidikan Karna
Kocap kacarito, Raden Antareja adalah anak Bima dari perkawinannya dengan Dewi Nagagini. Cucu Anantaboga dewanya bangsa ular yang menguasai khayangan dasar samudera. Konon saat peristiwa Bale Segala-Gala, penginapan para satria Pandawa dibakar Sengkuni dan Kurawa. Namun Pandawa berhasil diselamatkan musang putih jelmaan Anantaboga. Musang putih menuntun Pandawa ke Khayangan Dasar Samudera. Selama Pandawa tinggal di Khayangan Dasar Samudera, Bima dikawinkan dengan Dewi Nagagini.
Pandawa kembali ke Arcapada setelah beberapa lama tinggal di Khayangan Dasar Samudera. Sedangkan Nagagini tinggal bersama Antareja menemani kakeknya Dewa Anantaboga. Sebagai satria setengah dewa, Antareja digembleng ilmu kanuragan dan kesaktian layaknya seorang senopati.
Anantaboga memberi dua pusaka ampuh kepada Antareja. Pertama Antareja memiliki kemampuan keluar masuk dasar bumi tanpa hambatan. Sedangkan pusaka andalan kedua yaitu lidahnya berbisa seperti ular. Keampuhan lidah Antareja sangat dahsyat. Musuh yang terkena semburan lidah Antareja tewas seketika. Bahkan bayangan dan tapak kaki musuh kalau dijilat dengan lidahnya, maka musuh tersebut mati layu.
Baca juga : Ketika Prabu Kresna Akhirnya Berpihak
Antareja pamit kepada ibu dan kakeknya untuk diperbolehkan bergabung Pandawa dan saudaranya jelang perang Baratayuda. Dengan kesaktian Antareja, Pandawa dengan mudah dapat mengalahkan Kurawa.
Dalam perjalanannya Antareja ketemu Prabu Kresna. Antareja tahu kalau Prabu Kresna adalah pujangga Baratayuda. Antareja minta izin Kresna untuk bergabung memperkuat barisan Pandawa. Kresna menolak Antareja ikut berperang melawan Kurawa. Kresna khawatir peperangan Baratayuda jadi tidak seimbang dengan masuknya Antareja.
“Prabu Kresna overreaction terhadap kesaktian Antareja, Mo?" sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Prabu Kresna berlebihan dan panik dengan kehadiran Antareja. Hal ini mirip sekali dengan reaksi kita dalam menyikapi analisa MSCI. Seharusnya kita tetap bijak meng-counter kritik MSCI. Justru masukan MSCI kita pakai sebagai sarana introspeksi perbaikan tata kelola pasar modal. Bukan malah dilawan seperti mau perang Baratayuda,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.