Dark/Light Mode
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Seorang raja minta saran dan nasihat kepada Brahmana. Brahmana atau begawan sering disebut sebagai paran-paraning praja. Artinya tempat meminta pertimbangan dalam mencari solusi permasalahan bangsa. Brahmana secara khusus memberikan nasihat spiritual kepada sang raja. Sedangkan begawan adalah seorang brahmana pernah menjabat sebagai raja. Seperti Abiyasa selain sebagai brahmana, pernah memegang tahta Kerajaan Hastina. Raja yang waskita tidak memerlukan penasihat dalam jumlah besar. Karena titah seorang pemimpin merupakan teladan bagi kawula.
“Kita memiliki 26 penasihat raja, Mo,” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar memilih diam tidak mau menanggapi Petruk. Romo Semar kurang tertarik berpolemik tentang jumlah dewan pertimbangan raja. Semar sedang galau dengan meningkatnya angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan.
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Nasi goreng kampung dengan taburan teri menambah semarak sarapan pagi Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Baladewa mengingatkan Duryudana agar bijak dalam menentukan jumlah penasihat menghadapi perang Baratayuda.
Baca juga : Wejangan Bima Dan Kehidupan Sejati
Kocap kacarito, Perang Baratayuda yaitu perangnya Pandawa dan Kurawa tidak bisa dihindari lagi. Kresna ditunjuk Klan Pandawa sebagai punjangga Baratayuda. Perebutan tahta Hastina antar darah Barata harus diselesaikan melalui jalan perang. Karena Kurawa tidak mau mengembalikan separuh kerajaan Hastina kepada Pandawa.
Kresna tiwikrama mengubah wujudnya menjadi raksasa sebesar gunung dan bertapa di Balekambang. Kresna bertapa untuk minta kitab Jitabsara kepada Bethara Guru. Jitabsara adalah kitab yang berisi panduan perang Baratayuda. Konon siapa yang berhasil mendapatkan Jitabsara bakal unggul dalam perang Baratayuda.
Duryudana minta tolong kepada Baladewa untuk merebut Jitabsara dari tangan Kresna. Sedangkan Puntadewa mengutus Arjuna menjemput Kresna di Balekambang. Berbagai cara dilakukan Duryudana untuk mendapatkan Jitabsara. Namun usaha Duryudana tidak membuahkan hasil.
Baca juga : Kawah Candradimuka Bergolak
Arjuna menyusul Kresna bertapa di Balekambang. Kedua satria titising Wisnu tersebut berhasil mendapatkan kitab Jitabsara dari Bethara Guru. Duryudana marah Jitabsara jatuh ke tangan Kresna dan Pandawa. Duryudana menuduh Bethara Guru tidak adil cenderung pilih kasih terhadap Pandawa.
Kresna menawarkan dua pilihan kepada Duryudana. Hal ini untuk meredam kekecewaan Duryudana. Duryudana ditawarkan Kresna seorang diri sebagai penasihat perang. Sedangkan opsi kedua, seribu raja dan brahmana untuk memperkuat pasukan Kurawa. Baladewa menyarankan Duryudana memilih Kresna. Namun Duryudana justru memilih seribu raja dan brahmana sebagai penasihat perangnya.
“Jumlah penasihat jumbo belum jaminan dapat memenangkan pertarungan, Mo?” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul Tole, Duryudana memilih seribu brahmana,” jawab Romo Semar pendek. “Berbeda dengan Pandawa memilih Kresna seorang diri sebagai penasihatnya. Karena Pandawa yakin dengan kemampuan dan strategi Kresna untuk memenangkan perang Baratayuda,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.