Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Selama dasawarsa terakhir banyak sekali kelompok melakukan survey terhadap venomena kehidupan beragama, khususnya fenomena kelompok radikalisme agama. Bermacam-macam tujuan dan motif survey tersebut. Ada untuk kepentingan akademik seperti tesis atau disertasi, ada untuk kepentingan kebijakan pemerintah, dan ada untuk proyek NGO, dan lain-lain.
Baca juga : Tendensius Mengungkap Data Dan Fakta (2)
Survey atau penelitian terhadap sebuah fenomena keagamaan adalah wajar tetapi jika tujuan survey itu tendensius, misalnya untuk menunjukkan data-data kuantitatif guna menunjukkan kelemahan kelompok agama atau aliran tertentu, apalagi dengan mempermainkan metodologi survey, misalnya merekayasa sampel dan informen, maka di sini muncul problem yang bisa dikategorikan sebagai bentuk lain dari Religious-Hate Speech (RHS). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.