Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sinarmas World Academy, 3 Lulusan Terbaik Raih Pendanaan Internasional

Sabtu, 28 Mei 2022 16:46 WIB
Hari kelulusan Sinarmas Wotld Academy. (Foto: Istimewa)
Hari kelulusan Sinarmas Wotld Academy. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sinarmas World Academy baru saja merayakan hari kelulusan kelas angkatan 2022. Beragam rasa mengisi sepanjang acara spesial ini dan banyak pencapaian yang untuk pertama kalinya berhasil ditorehkan oleh para lulusan angkatan kali ini.

Ada banyak cerita menarik di perjalanan angkatan 2022 ini. Ke-23 siswa ini telah melalui berbagai rintangan dan tantangan.

Seperti yang kita ketahui, sektor pendidikan mengalami cukup banyak disrupsi selama dua tahun belakangan ini karena pandemi Covid-19. Semua ini mulai terjadi saat para lulusan masih berada di kelas 10 yang mana merupakan salah satu fase paling penting dalam perjalanan mereka menuju International Baccalaureate (IB) Diploma di SWA.

"Meskipun dengan keadaan yang tidak mendukung, mereka sukses menyelesaikan International Baccalaureate Middle Years Programme (IB MYP) dan IGCSE," ujar Sinarmas World Academy General Manager, Deddy Djaja Ria, dalam keterangannya, Sabtu (28/5).

Deddy menambahkan ada tiga siswa-siswi SWA bahkan memenangkan hadiah pendanaan IB MYP Student Innovators oleh organisasi IB di Jenewa, sebuah kegiatan yang memberikan penghargaan pada penemuan yang dinilai membantu menyelesaikan masalah global.

Adapun pendanaan yang diberikan mencapai USD 10,000 per siswa. MYP Personal Project menuntut siswa-siswi untuk melakukan banyak riset, percobaan, survei, dan mengaplikasikannya dengan kreatif.

Berita Terkait : Ketum PGI Usulkan Buya Syafii Jadi Pahlawan Nasional

Para pemenang ini kemudian menggunakan pendanaan ini untuk melanjutkan penelitian dan penemuannya sambil membangun profil akademis mereka untuk persiapan pengajuan ke universitas.

Setelah melewati tahap MYP, di sinilah perjalanan IB Diploma dimulai. Selama sekitar dua tahun, para siswa akan secara penuh menjalani metode pembelajaran yang sangat menantang.

Mereka perlu secara aktif terlibat dalam berbagai gerakan dan organisasi secara nyata, meskipun saat itu kondisi mobilitas sangat terbatas karena pandemi.

"Kini semuanya telah selesai dan di momen ini saatnya mereka merasakan kebahagiaan dari pencapaian mereka," ujar Deddy.

Pencapaian yang dimaksud di sini mencakup adaptasi mereka dalam berbagai metode pembelajaran yang berubah-ubah, mengenai pembagian waktu yang efektif, dan perbuatan yang mereka lakukan bagi orang banyak di tengah jadwal yang padat.

Berbicara tentang kelulusan, banyak orang masih beranggapan bahwa nilai yang dicapai adalah satu-satunya hal yang penting. Memang, nilai merupakan cara yang terukur untuk menentukan seberapa banyak ilmu yang mereka kuasai.

Berita Terkait : Gelar RUPS, Tunas Ridean Raih Pendapatan Bersih Rp 12,2 T

Akan tetapi, saat ini, nilai yang bagus saja tidak akan cukup untuk bersaing masuk ke universitas terbaik dunia. Ada sisi lain yang sama pentingnya dengan nilai, sesuatu yang disebut dengan portfolio akademis. Universitas mencari para pembawa perubahan siswa-siswi yang mampu menyeimbangkan antara kesuksesan akademis yang diwakili dengan nilai dan perbuatan yang nyata di lingkungan atau komunitas sekitarnya.

"Salah satu contohnya adalah Kyra Hendarmin Husen, salah satu lulusan tahun ini yang diterima di Cornell University jurusan Rekayasa Biologi, beserta beberapa universitas unggulan dunia lainnya," ujar Deddy.

Dimulai di kelas 9, Kyra telah mendedikasikan waktunya yang dipicu oleh keingintahuannya mengenai alam. Kekagumannya pada bagaimana cara alam bekerja dan keinginannya untuk melindungi alam dan lautan menggerakkannya untuk berkolaborasi dengan teman sekelasnya dan pihak sekolah untuk menulis sebuah manuscript mengenai solusi berbasis biologi untuk menanggulangi pencemaran plastik menggunakan bakteri.

Dengan bimbingan pihak sekolah, ia juga memimpin beberapa proyek riset di bidang biologi bersama rekan-rekannya 

Sementara itu di liburan tengah tahun, mengikuti jalur akademis yang dijalaninya, Kyra berhasil mendapatkan kesempatan mengunjungi John Hopkins Center di Amerika Serikat untuk mengambil kursus mengenai genetika.

Dalam kursus ini, Kyra belajar mengenai kerja mesin PCR dan Elektroforesis Gel yang merupakan teknik pemisahan molekul DNA, RNA, dan Protein yang diinginkan.

Berita Terkait : Suharso: Pemuda Adalah Pemenang Masa Depan Indonesia

Serupa dengan Kyra, Rania Wanandi, yang juga diterima di Cornell University jurusan Lingkungan & Pelestarian Alam, menunjukkan minatnya untuk belajar tentang pelestarian lingkungan sejak kelas 10.

Saat itu, ia menjadi salah satu dari 30 pemenang IB MYP Student Innovator, bersama dengan dua rekannya, Yu Tung Lee (Chris) dan Leon Noah Hariyanto.Rania dan penelitiannya mengenai penguraian plastik menggunakan jamur Memiliki visi yang sama dengan Rania, Chris juga menyelidiki peluang untuk memanfaatkan plastik menjadi hal lain yang berguna.

Menggunakan pendekatan yang berbeda, Chris, yang tertarik dengan cabang biologi sintetis, mengombinasikan penguraian plastik oleh bakteri dengan pembangkit listrik.

Chris telah diterima dan mendapat tawaran beasiswa dari Hong Kong University of Science and Technology jurusan Bioteknologi & Bisnis. Ia juga diterima di National Taiwan University jurusan Ilmu Biomedik. ■