Dark/Light Mode

Jangan Asal Minum Herbal, Halodoc Ingatkan Pentingnya Periksa Ke Dokter

Rabu, 8 Oktober 2025 21:47 WIB
Caption foto:Ilustrasi pemeriksaan dokter. Halodoc mengingatkan, penggunaan obat herbal tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi medis. (Foto: Halodoc)
Caption foto:Ilustrasi pemeriksaan dokter. Halodoc mengingatkan, penggunaan obat herbal tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi medis. (Foto: Halodoc)

RM.id  Rakyat Merdeka - Platform layanan kesehatan digital terpadu, Halodoc mengingatkan pentingnya memahami penggunaan obat herbal secara bijak. Meskipun obat herbal dapat membantu meredakan gejala ringan, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Tidak boleh mengabaikan pemeriksaan medis yang diperlukan.

Halodoc menjelaskan obat herbal bukanlah solusi untuk semua masalah kesehatan. Gejala seperti meriang, demam, atau sakit kepala yang berkepanjangan bisa jadi merupakan tanda dari kondisi medis yang lebih serius, seperti infeksi atau gangguan pencernaan. Mengonsumsi obat herbal tanpa mengetahui penyebab pasti keluhan dapat menunda diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Selain itu, efek samping seperti mual dan muntah setelah mengonsumsi obat herbal perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa muncul karena kandungan tertentu tidak cocok dengan lambung, terutama jika diminum saat perut kosong.

Baca juga : Kemenkes Ingatkan Pentingnya Kesehatan Jiwa Di Segala Situasi

“Kalau muncul gejala seperti itu, sebaiknya hentikan konsumsi dan segera konsultasi ke dokter,” imbau Halodoc dalam keterangannya, Rabu (8/10/2025).

Penggunaan obat herbal secara berlebihan atau dalam jangka panjang juga perlu dihindari. Meski berasal dari bahan alami, beberapa kandungan herbal dapat membebani kerja ginjal dan hati bila dikonsumsi terus-menerus tanpa pengawasan medis. "Hal ini terutama penting bagi individu dengan riwayat penyakit ginjal atau gangguan fungsi hati," tulis keterangan Halodoc. 

Halodoc menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola kesehatan. Untuk gejala ringan yang tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, atau jika disertai tanda bahaya seperti demam tinggi, nyeri hebat, atau muntah terus-menerus, masyarakat diimbau segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan pengobatan yang sesuai serta mencegah komplikasi yang lebih serius.

Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Novita Wijayanti Ingatkan Pentingnya Persatuan

Sebelumnya, Percakapan di platform media sosial X (dahulu Twitter) tengah ramai membahas pengalaman tidak menyenangkan sejumlah pengguna setelah mengonsumsi obat herbal instan populer yang kerap digunakan untuk mengatasi masuk angin. Dari keluhan mual hingga kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang pada ginjal, diskusi ini memicu perbincangan penting mengenai pentingnya penggunaan obat herbal secara bijak dan perlunya konsultasi medis.

Belakangan, perbincangan soal keamanan obat herbal ramai di media sosial. Banyak warganet mengeluhkan efek samping setelah mengonsumsi produk herbal instan yang populer untuk mengatasi masuk angin.

Keluhan yang muncul antara lain rasa mual, ingin muntah, hingga sakit perut setelah minum obat herbal dalam bentuk cair. Ada juga yang menilai khasiatnya kini tak lagi manjur.

Baca juga : Sukseskan Kopdeskel MP, Nurdin Halid Beri 8 Catatan Penting untuk Menkop

Fenomena ini memicu kekhawatiran publik tentang kebiasaan masyarakat yang terlalu cepat mengonsumsi obat herbal tanpa pemeriksaan medis. Padahal, penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter bisa membebani fungsi ginjal dan hati.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.