Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Tumbuh Kembang, Orang Tua Harus Teliti Pilih Asupan & Nutrisi untuk Anak
Kamis, 9 April 2026 19:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Data Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 93 persen anak Indonesia mengalami karies gigi. Angka ini jadi peringatan serius bagi para orang tua untuk lebih teliti dalam memilih asupan harian anak, termasuk susu formula.
Dokter spesialis anak, Reza Fahlevi, menegaskan bahwa cara membaca susu formula harus diubah sejak awal.
Selama ini, banyak orang tua masih terjebak pada klaim di kemasan seperti “tinggi kalsium”, “dukung tumbuh kembang”, atau “bantu imunitas”. Padahal, yang jauh lebih penting adalah memahami isi kandungan sebenarnya di dalam produk.
“Orangtua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh,” ujar Reza dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Baca juga : Birokrasi Harus Berorientasi Hasil, Bukan Cuma Rutinitas
Reza menambahkan, hal pertama yang wajib diperhatikan adalah bahan utama. Dalam daftar komposisi, bahan yang berada di urutan awal menunjukkan jumlah terbanyak.
Jika mencantumkan susu segar, ini bisa menjadi indikator kualitas sumber nutrisi yang lebih baik. Namun, tidak cukup sampai di situ. Orang tua juga perlu mencermati bahan tambahan yang sering luput dari perhatian.
Seperti maltodekstrin yakni karbohidrat olahan yang cepat berubah jadi gula. Sirup jagung, sumber gula tambahan. Hingga sukrosa gula yang berisiko meningkatkan masalah gigi. Serta vanilin, perisa untuk memperkuat rasa.
Bahan-bahan ini memang umum digunakan, tetapi bisa memengaruhi asupan gula harian anak dan membentuk preferensi rasa manis sejak dini.
Baca juga : Gus Muhaimin Kenang Warisan Pengabdian Try Sutrisno untuk Bangsa
Reza menambahkan, tingginya konsumsi gula pada anak tidak hanya berdampak pada karies gigi, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan lain seperti obesitas hingga diabetes di kemudian hari.
Organisasi World Health Organization sendiri telah menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak. Selain komposisi, proses produksi susu formula juga perlu diperhatikan.
Proses pemanasan berulang dalam produksi dapat memengaruhi kualitas nutrisi, termasuk menurunkan kadar asam amino penting seperti lisin serta mengubah struktur protein.
Artinya, semakin panjang proses produksi, semakin besar kemungkinan kualitas nutrisi mengalami penurunan.
Baca juga : Dukungan Menguat, Pemda hingga Orang Tua Siap Sambut Pelaksanaan TKA SD-SMP
Lebih lanjut Reza mengatakan, di tengah berbagai pilihan, penting diingat bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Selain mudah diserap, ASI juga mengandung antibodi alami yang tidak tergantikan.
"Namun, jika kondisi tidak memungkinkan pemberian ASI secara penuh, maka susu formula bisa menjadi alternatif dengan catatan dipilih secara cermat dan kritis," ujarnya.
Dengan lebih teliti membaca label dan memahami kandungan, orang tua bisa membantu membangun kebiasaan makan sehat sejak dini dan menciptakan generasi yang lebih sehat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya