Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
6 Tips Praktis Dampingi Anak Neurodivergent Saat Libur Sekolah
Kamis, 11 Juni 2026 12:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Libur semester genap sebentar lagj tiba. Bagi sebagian besar keluarga, momen Juni–Juli adalah waktu yang dinantikan untuk bersantai dan berkumpul.
Namun bagi orang tua yang memiliki anak neurodivergent, termasuk anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), disleksia, atau gangguan pemrosesan sensorik, liburan sekolah justru bisa menjadi periode yang penuh tantangan.
Kebutuhan akan pendampingan yang tepat bagi keluarga dengan anak neurodivergent. Liburan sekolah kerap berarti berkurangnya struktur, lebih banyak waktu yang tidak terencana, dan paparan lingkungan baru.
Ini menjadi persoalan nyata karena anak autistik rentan merasa cemas ketika rutinitas berubah, sementara anak dengan ADHD cenderung kesulitan mengatur perhatian, energi, dan impulsivitas tanpa "jangkar" jadwal sehari-hari yang biasanya diberikan oleh rutinitas sekolah.
Ries Sansani, Occupational Therapist dan Lead Coach di Atelier of Minds, sebuah student care inklusif berbasis pendekatan terapeutik, memandang fenomena ini sebagai momen krusial yang justru bisa menjadi peluang tumbuh, jika orang tua memiliki bekal yang tepat.
Ries menambahkan, libur sekolah bukan musuh anak neurodivergent. Yang menjadi tantangan adalah ketidaksiapan transisi.
"Ketika orang tua tahu bagaimana menciptakan struktur yang fleksibel dan lingkungan yang aman secara sensorik, liburan bisa menjadi waktu yang benar-benar bermakna untuk perkembangan anak," ujar Ries dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Baca juga : Pemerintah Siapkan Insentif, Tiket Pesawat Diskon 30 Persen Saat Libur Sekolah
Ries menambahkan, ada 6 tips praktis untuk orang tua mengisi liburan dengan anaknya:
1. Buat "kalender visual" liburan sejak sekarang.Jangan tunggu hingga hari-H
Sebelum hari pertama libur tiba, ajak anak duduk bersama dan buat kalender visual yang menampilkan gambaran aktivitas setiap harinya, bisa menggunakan gambar, stiker, atau warna-warna berbeda untuk setiap jenis kegiatan.
Menjaga rutinitas selama liburan dapat mengurangi stres karena jadwal yang familiar membantu menurunkan kecemasan dan mencegah meltdown.
Membuat jadwal visual dengan warna, stiker, atau emoji dapat menjadikan perencanaan terasa menyenangkan, sambil tetap menyertakan aktivitas rutin di samping rencana khusus liburan.
Ries menambahkan, visualisasi jadwal bukan sekadar alat bantu, ini adalah bahasa keamanan bagi otak anak neurodivergent.
"Ketika anak tahu apa yang akan terjadi, otak tidak perlu bekerja keras untuk 'waspada', sehingga energi bisa dialihkan untuk belajar dan bermain," ujar Ries.
2. Pertahankan tiga jangkar rutin: waktu bangun, makan, dan tidur di tengah fleksibilitas liburan.
Mempertahankan waktu makan dan waktu tidur yang konsisten, bahkan saat bepergian sekalipun, adalah salah satu strategi kunci untuk menjaga kestabilan anak neurodivergent selama masa liburan
3. Siapkan "peta" sebelum setiap aktivitas baru
Baca juga : Pemkot Tangsel Kukuhkan Bambang Noertjahjo Lanjut Jabat Sekda
Sebelum mengajak anak ke tempat yang belum pernah dikunjungi, entah itu mall, rumah saudara, atau taman bermain baru, berikan gambaran visual atau verbal tentang apa yang akan terjadi. Berikan pemberitahuan awal tentang perubahan yang akan terjadi, misalnya:"Setelah makan siang, kita akan pergi ke rumah Tante.
Di sana ada sepupu-sepupu dan musik. Mari kita bicarakan apa yang mungkin bisa membantumu merasa nyaman di sana". Prediktabilitas mengurangi kecemasan dan membantu otak fokus pada adaptasi, bukan pada reaksi.
4. Ciptakan "sudut tenang" di rumah
Setiap rumah yang ada anak neurodivergent di dalamnya idealnya memiliki satu sudut yang dirancang khusus sebagai zona pemulihan sensorik, bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai tempat perlindungan yang aman.
Riset menunjukkan bahwa anak neurodivergent mendapat manfaat dari istirahat sensorik dan emosional selama aktivitas liburan.
Ciptakan zona tenang di rumah dengan selimut berbobot (weigted blanket), pencahayaan lembut, dan noise-cancelling headphone sebagai bagian dari perlengkapan sehari-hari.
Lebih lanjut Ries menjelaskan, di Atelier of Minds, menyebut ini 'zona regulasi'. Anak tidak diasingkan, melainkan diberi hak untuk memulihkan dirinya sendiri. Ini adalah keterampilan hidup yang sangat berharga.
5. Prioritaskan aktivitas berbasis gerak dan eksplorasi sensorik
Jangan isi liburan hanya dengan layar. Terapi integrasi sensori terbukti efektif pada anak-anak dengan cerebral palsy, gangguan spektrum autisme, ADHD, gangguan perkembangan, dan disabilitas intelektual, berdasarkan meta-analisis terhadap 24 studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terapi okupasi.
Baca juga : BioKids Color Day Ajak Anak Belajar Cinta Satwa di Ancol
Aktivitas sederhana seperti bermain tanah liat, memasak bersama, berenang, atau berkebun bisa menjadi terapi sensori alami yang menyenangkan selama liburan. Yang penting biarkan anak memimpin, dan ikuti ritme mereka.
6. Pertimbangkan program pendampingan inklusif terstruktur
Liburan panjang tidak harus berarti kehilangan momentum perkembangan yang sudah dibangun selama semester.
Mendaftarkan anak ke program student care atau pengayaan inklusif yang dirancang khusus untuk anak neurodivergent bisa menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.
Menurut Ries, anak mendapatkan struktur dan stimulasi yang tepat, sementara orang tua mendapatkan ketenangan pikiran.
Atelier of Minds hadir sebagai student care dan enrichment center inklusif yang dirancang untuk mendampingi anak dengan beragam profil belajar, termasuk anak neurodivergent, dalam lingkungan yang menerima, terstruktur, dan dipandu oleh tenaga profesional.
Program liburan Summer Camp at Atelier of Minds menggabungkan pendekatan terapi okupasi, stimulasi kognitif, dan pengembangan sosial-emosional dalam satu ekosistem yang aman.
"Kami merancang program dengan intensionalitas terapeutik, setiap aktivitas memiliki tujuan perkembangan yang spesifik, tapi dikemas dalam pengalaman yang terasa seperti bermain dan eksplorasi bagi anak," pungkas Ries.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya