Dark/Light Mode

6 Tips Lindungi Anak Dari Penularan Campak Selama Libur Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 07:56 WIB
Ilustrasi penyakit campak (Foto: dok. Kemenkes)
Ilustrasi penyakit campak (Foto: dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan kasus campak belakangan ini, mestinya membuat para orang tua lebih berhati-hati dalam melakukan silaturahmi Lebaran. Sebab, kerumunan dan perpindahan banyak orang dapat meningkatkan risiko penularan sakit campak bagi anak-anak. 

Berdasarkan data nasional yang dibagikan Kementerian Kesehatan, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Temuan kasus suspek campak di tahun 2025 meningkat signifikan 147 persen dibanding tahun 2024.

Sementara pada tahun 2026, hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Baca juga : KSP Jamin Stok BBM Dan Listrik Aman Terkendali Selama Mudik Lebaran 2026

Terkait hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan enam tips bagi para orang tua untuk mencegah anak tertular campak di musim libur Lebaran. Berikut rinciannya:

1. Pastikan Anak Sehat Sebelum Bepergian 

Sebelum pergi bersilaturahmi, orang tua harus memastikan anak-anak berada dalam kondisi sehat: tidak demam, batuk, pilek, atau ruam. Penting juga untuk memastikan, anak-anak telah menerima imunisasi lengkap, terutama MR/MMR. 

Ini penting agar anak tidak menularkan penyakit ke anak lain atau kakek neneknya (lansia).

2. Berkunjunglah ke Tempat yang Aman

Baca juga : Berbagi Sesama, Karina Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran

Hindari membawa anak ke tempat orang yang sedang sakit, apalagi sakit campak. Kita akan lebih tenang, jika tahu riwayat anak-anak di tempat yang akan kita kunjungi, sudah diimunisasi lengkap. 

3. Jangan Biarkan Anak Dicium atau Dipegang Sembarangan

Sangat tidak disarankan, mencium atau memegang bayi dan balita secara sembarangan, karena dapat membuat mereka tertular penyakit. Ini bukan berlebihan. Ini adalah langkah penting yang harus dilakukan, di tengah wabah campak yang sedang meningkat.   

4. Hindari Tempat Ramai

Sebisa mungkin, kurangi interaksi di tempat padat pengunjung. Ajarkan anak menjaga jarak ketika berdekatan dengan orang yang bergejala batuk atau pilek.

5. Ajarkan Etika Batuk dan Pakai Masker

Baca juga : Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Ajari anak menutup mulut dengan tisu atau siku, setiap kali batuk atau bersin. Pakailah masker di transportasi umum atau ruang publik, sebagai bentuk perlindungan ekstra dari risiko penularan virus campak.

6. Bawa Perlengkapan & Obat Dasar untuk Anak

Jangan lupa membawa perlengkapan dan obat dasar seperti obat demam, anti mabuk, oralit, plester, perban, dan termometer. Terutama, jika anak memiliki penyakit dengan pengobatan rutin. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.