Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik, Bek Timnas Turki
- Bali United Rekrut Tim Geypens, Bek Timnas Indonesia
- Persija Rekrut Eks Timnas Korea Selatan Kwon Chang-hoon
- Messi Vs Laporte-Yamal Vs Tagliafico Jadi Duel Penentu Spanyol Vs Argentina
- Prancis Vs Inggris Berebut Posisi 3, Mbappe dan Kane Kejar Sepatu Emas
RM.id Rakyat Merdeka - Obat disfungsi ereksi yang diklaim memiliki efek hingga tiga hari semakin diminati karena dinilai memberikan fleksibilitas bagi pria dalam menjalani kehidupan seksual. Namun, penggunaannya tetap harus sesuai indikasi medis dan mempertimbangkan kondisi kesehatan agar aman.
Dokter spesialis urologi, dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, menjelaskan salah satu zat aktif yang umum digunakan dalam obat disfungsi ereksi dengan durasi kerja panjang adalah tadalafil. Kandungan tersebut termasuk golongan phosphodiesterase type 5 (PDE5) inhibitor yang bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis saat terjadi rangsangan seksual.
"Tadalafil bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga membantu terjadinya ereksi saat ada rangsangan seksual. Obat ini tidak menyebabkan ereksi terus-menerus tanpa adanya stimulasi seksual," kata Gede dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Baca juga : Dubes Sunarko Sambut Kunjungan Dubes Arab Saudi Di KBRI Khartoum
Menurut Gede, tadalafil kerap dijuluki weekend pill karena memiliki durasi kerja yang relatif panjang, sekitar 36 hingga 72 jam. Dibandingkan obat sejenis yang bekerja lebih singkat, tadalafil memberikan keleluasaan bagi pengguna karena tidak harus dikonsumsi sesaat sebelum berhubungan intim.
"Durasi kerja yang lebih panjang membuat momen bersama pasangan terasa lebih alami dan tidak terburu-buru," ujarnya.
Meski demikian, Gede mengingatkan bahwa durasi kerja yang panjang bukan berarti obat tersebut aman dikonsumsi tanpa pengawasan. Seperti obat pada umumnya, tadalafil tetap memiliki potensi menimbulkan efek samping.
Baca juga : Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Korban Kebakaran Bar Thailand
Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan ringan, hingga wajah kemerahan (flushing). Namun, menurutnya, keluhan tersebut umumnya bersifat ringan dan hanya berlangsung sementara.
Ia juga mengimbau pria yang memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan tekanan darah, atau sedang mengonsumsi obat yang mengandung nitrat agar berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat disfungsi ereksi.
Selain memperhatikan kondisi kesehatan, masyarakat juga diminta lebih cermat memilih produk yang beredar di pasaran. Gede menegaskan, konsumen sebaiknya memastikan obat yang digunakan memiliki izin edar resmi dan diperoleh dari sumber yang tepercaya.
Baca juga : Polri Limpahkan 3 Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Ke Kejagung
"Jangan mudah tergiur dengan klaim efek hingga tiga hari tanpa memastikan kandungan, legalitas, maupun kesesuaiannya dengan kondisi kesehatan. Keamanan harus tetap menjadi prioritas," tegasnya.
Gede menambahkan, tadalafil telah melalui berbagai uji klinis dan digunakan secara luas sebagai terapi disfungsi ereksi. Namun, manfaatnya hanya dapat diperoleh secara optimal apabila digunakan sesuai aturan pakai dan indikasi medis.
"Obat dengan kandungan tadalafil dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi apabila digunakan secara tepat. Yang terpenting, gunakan secara bijak dan konsultasikan dengan tenaga medis bila diperlukan agar manfaat yang diperoleh tetap sejalan dengan aspek keamanannya," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya