Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) Semarang, Prof. Henry Indraguna, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memperkuat peran koperasi melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, penguatan koperasi merupakan langkah strategis untuk membangun ekonomi kerakyatan sekaligus mewujudkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Henry menilai, koperasi tidak boleh hanya menjadi simbol ekonomi kerakyatan, melainkan harus menjadi instrumen nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil di desa.
"Saya melihat kebijakan Presiden Prabowo dalam mengedepankan kembali peran koperasi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah yang sangat strategis. Arah pembangunan ekonomi kembali diletakkan pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945," ujarnya saat diwawancarai di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurut Henry, apabila dijalankan secara optimal, program KDMP akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari memperkuat perekonomian desa, menciptakan lapangan kerja, memperpendek rantai distribusi barang, hingga membuka akses permodalan dan pasar bagi masyarakat.
Baca juga : DEN Bertemu Prabowo, Dukung Percepatan Transformasi Digital Pemerintah
Ia menjelaskan, fungsi koperasi sebagai lembaga simpan pinjam juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses pembiayaan.
Dengan dukungan modal yang memadai, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Pak Prabowo kalau sudah membuat program pasti bagus. Namun, yang bisa menghambat pelaksanaannya adalah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin mencari keuntungan sendiri," katanya.
Meski demikian, Henry mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga oleh kualitas implementasi di lapangan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata serta terhindar dari penyalahgunaan.
Baca juga : Koalisi Buruh Dukung Presiden Prabowo Dan Polri Berantas Korupsi
"Kalau ini berjalan dengan baik, maka ekonomi Indonesia akan kuat. Betul apa yang dikatakan Pak Presiden itu," ujarnya.
Ia menyatakan mendukung penuh program Presiden Prabowo karena diyakini mampu menjadi fondasi perekonomian nasional apabila dijalankan secara konsisten, profesional, dan bebas dari penyimpangan.
"Apa yang dikatakan Presiden Prabowo saya setuju dan sangat mendukung. Kalau program ini berjalan dengan baik, tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu, maka akan membangun ekonomi yang luar biasa bagi Indonesia. Jika Koperasi Merah Putih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara merata di seluruh desa, maka akan menjadi fondasi ekonomi yang kuat bagi bangsa kita," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Minggu (12/7/2026), menyerukan kebangkitan gerakan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang berakar dari desa hingga kabupaten.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga : Kapolri-Jaksa Agung Bahas Penguatan Sinergi Penegakan Hukum
Selain mendukung penguatan koperasi, Henry juga mengapresiasi seruan Presiden Prabowo untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui sistem pemerintahan yang transparan, pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang independen, serta keberanian menindak pelaku korupsi tanpa pandang bulu.
"Saya memandang peringatan Presiden mengenai korupsi merupakan pesan yang sangat penting. Namun, perang melawan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan atau komitmen semata. Komitmen itu harus diwujudkan melalui sistem pemerintahan yang transparan, pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang independen, serta keberanian menindak tanpa pandang bulu. Panglima tertinggi di negara kita adalah hukum," katanya.
Henry berharap, seruan Presiden menjadi momentum lahirnya reformasi sistemik dalam pemberantasan korupsi sehingga tata kelola pemerintahan semakin akuntabel, kepercayaan publik meningkat, dan Indonesia menjadi negara yang semakin adil, sejahtera, serta kuat dalam menegakkan hukum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya