Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
RM.id Rakyat Merdeka - PT Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Industrial Symposium pada Indohealtcare Gakeslab Expo 2026.
Founder & Global CEO Virtue Diagnostics Johnson Zhang mengatakan, keputusan perusahaan berinvestasi di Indonesia didorong keyakinan bahwa seluruh masyarakat harus memiliki akses terhadap layanan diagnostik yang berkualitas.
Menurut Johnson, Indonesia memiliki tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal.
"Karena itu, kami memilih membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," kata Johnson dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Mengusung filosofi In the Region, for the Region, Virtue Diagnostics membangun fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang.
Baca juga : Seequent Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Geosains untuk Industri Nasional
Pabrik yang diresmikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 2024 itu memiliki kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik per tahun dan 6.000 liter reagen per hari.
Pada 2026, perusahaan kembali meningkatkan investasinya dengan mengembangkan lini diagnostik molekuler dan meluncurkan teknologi catridge-based immunology untuk melengkapi portofolio produk yang telah ada.
Hingga saat ini, Virtue Diagnostics telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia. Platform unggulannya yang mencakup imunologi, biokimia, hematologi, dan diagnostik molekuler juga telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Produk-produk tersebut mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), eliminasi tuberkulosis pada 2030, serta skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.
Johnson menilai, investasi di sektor diagnostik merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan kepastian kebijakan.
Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di kawasan Asia Tenggara.
"Untuk mewujudkannya dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai, perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multi-tahun, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," ujarnya.
Sementara itu, Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah mengakui industri IVD nasional saat ini menghadapi tekanan akibat kondisi ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan.
"Memasuki pasar Indonesia pada 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," katanya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, perusahaan memperkuat penetrasi ke sektor swasta, mulai dari rumah sakit, laboratorium klinik, hingga berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Strategi tersebut diyakini mampu membangun kepercayaan pelanggan melalui kualitas produk, inovasi berkelanjutan, serta layanan purna jual yang profesional.
Hasilnya, hingga pertengahan 2026 PT Virtue Diagnostics Indonesia telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang kini digunakan di berbagai rumah sakit serta laboratorium di Indonesia.
Baca juga : BSI-IBMA Perkuat Daya Saing Industri Bulion Nasional di Pasar Asia Tenggara
"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk IVD hasil manufaktur Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas, performa, maupun keandalannya. Kami bangga karena semakin banyak tenaga kesehatan yang mempercayakan pelayanan diagnostiknya kepada produk buatan dalam negeri," ujarnya.
Komitmen terhadap kualitas juga diperkuat melalui perolehan sertifikasi ISO 13485 sebagai standar internasional Sistem Manajemen Mutu Alat Kesehatan.
Tak hanya memperkuat pasar domestik, perusahaan juga mulai menembus pasar internasional dengan mengekspor reagen bermerek VIRTUEDX dan instrumen diagnostik VERCENTRA ke Filipina. Keberhasilan tersebut menjadi bukti produk diagnostik buatan Indonesia mulai diakui di pasar global.
Ke depan, PT Virtue Diagnostics Indonesia berkomitmen memperluas investasi di bidang riset dan pengembangan, meningkatkan kapasitas manufaktur, menghadirkan inovasi diagnostik terbaru, serta memperluas jaringan distribusi di dalam maupun luar negeri.
Perusahaan juga berharap dukungan kebijakan yang semakin kondusif agar industri alat kesehatan nasional semakin kompetitif, memperkuat ekosistem manufaktur IVD, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Pimpinan Virtue Diagnostics menegaskan, bahwa kemandirian industri IVD nasional hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, tenaga kesehatan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya