Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia, Perkuat Wisata Ramah Muslim
Sabtu, 15 Agustus 2026 11:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Taiwan semakin agresif membidik wisatawan Indonesia menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru. Selain mengandalkan kekayaan alam, budaya, dan kuliner, Taiwan memperkuat sektor wisata ramah Muslim untuk meningkatkan daya tarik di pasar Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan Taiwan terus memperkuat penetrasi pasar pariwisata Indonesia.
Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Frank Lu mengatakan, Taiwan Travel Fair tidak hanya menjadi ajang menawarkan produk perjalanan.
Interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia dinilai penting untuk memperkenalkan Taiwan secara lebih utuh sekaligus mempererat hubungan kedua negara.
“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank.
Karena itu, Taiwan terus memperluas daya tariknya bagi wisatawan Indonesia. Selain alam, budaya, dan kuliner, pengembangan pariwisata diarahkan pada wisata ramah Muslim, pariwisata berkelanjutan, serta pengalaman lokal.
Baca juga : Latihan TNI AL Dan China Bikin Taipei Meradang
Aspek ramah Muslim menjadi salah satu sektor yang terus diperkuat. Taiwan mengembangkan ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, hingga fasilitas wudhu untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim.
Langkah tersebut turut memperkuat posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating.
Taiwan menempati peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.
Menurut Frank, capaian tersebut menjadi salah satu modal untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.
“Kami berharap, wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” tuturnya.
Taiwan juga tidak ingin wisatawan Indonesia hanya terpusat di Taipei. Sejumlah destinasi lain terus diperkenalkan, seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, serta berbagai pengalaman budaya lokal.
Baca juga : Taiwan Kerahkan Warga Sipil Ikut Latihan Militer
Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou menambahkan, pendekatan promosi tahun ini juga dibuat lebih dekat dengan gaya hidup wisatawan.
Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri dikemas lebih dinamis dan interaktif untuk menjangkau keluarga serta generasi muda. Konsep tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang disiapkan selama pameran.
Pengunjung dapat menikmati pertunjukan panggung, demonstrasi budaya, berfoto di area bertema destinasi Taiwan, mengikuti kegiatan DIY, kuis wisata, hingga undian berhadiah.
Informasi perjalanan juga dapat diperoleh langsung dari pelaku industri yang hadir dalam pameran. Tak berhenti pada aktivitas pameran, beragam paket perjalanan turut ditawarkan untuk menyesuaikan kebutuhan wisatawan.
Mulai tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga, hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan tur bertema festival.
Sejumlah agen perjalanan juga memberikan penawaran khusus selama pameran, termasuk potongan harga pemesanan, peningkatan kelas hotel, dan suvenir.
Baca juga : Taiwan Excellence Hadirkan Pengalaman Gaming Berteknologi Tinggi di IGEX 2026
Bagi pengunjung yang menggunakan kartu kredit Mandiri untuk membeli tiket pesawat atau paket wisata Taiwan, tersedia cashback hingga Rp 3,5 juta serta cicilan 0 persen hingga 12 bulan.
Dari sisi preferensi wisatawan Indonesia, Abe menyebut kuliner masih menjadi salah satu magnet utama. Pasar malam, makanan khas Taiwan, dan bubble tea menjadi beberapa produk yang banyak diminati.
Namun, pola perjalanan wisatawan Indonesia mulai berkembang. Wisatawan semakin tertarik pada aktivitas yang memberikan pengalaman lebih mendalam, seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan dengan kereta api, hingga kunjungan ke tourism factory.
“Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam,” ujar Abe.
Dengan strategi tersebut, Taiwan berharap, promosi yang dilakukan tidak berhenti sebagai kampanye sesaat, tetapi mampu mendorong semakin banyak wisatawan Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan perjalanan, terutama pada periode libur akhir tahun dan Tahun Baru.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya