Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Saat Anda sakit Covid-19, apalagi saat demam tinggi, tubuh bisa kehilangan cairan dalam jumlah besar. Terutama, jika ada keluhan mual, muntah, atau diare. Hal ini, bisa membuat pasien Covid-19 bertambah parah.
Dalam kondisi seperti ini, pasien isolasi mandiri (isoman) diminta untuk tidak mengabaikan pentingnya minum.
Baca juga : Pastikan Pasokan Listrik Aman, Erick Thohir Sidak Ke Pusat Pengatur Beban Jamali
Info ini disampaikan dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD via laman Instagramnya.
"Ini jangan disepelekan. Penting sekali menjaga asupan cairan, supaya kondisi tidak memburuk. Meski Anda merasa tidak ingin minum," ujar dokter yang aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosialnya.
Baca juga : Diapresiasi, Langkah Pertamina Bantu Pemerintah Atasi Kekurangan Oksigen
Decsa menjelaskan, ada sejumlah tanda tubuh kekurangan cairan. Yakni sering haus, pusing, mulut kering, air seni berwarna kuning hingga coklat, buang air kecil dalam jumlah sedikit, serta cepat lelah dan capek.
"Normalnya, minum air putih 8-10 gelas sehari. Tapi, jika Anda memiliki penyakit jantung, ginjal, dan liver sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Jangan sampai kelebihan cairan," terang Decsa. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya