Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puluhan Sekolah Jadi Klaster Covid-19

Wagub DKI Klaim Orangtua Restui PTM Tetap Berjalan

Jumat, 21 Januari 2022 07:07 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Facebook)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tidak akan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen walaupun puluhan sekolah menjadi klaster penularan Covid-19. Selain tak melanggar aturan Pemerintah Pusat, kegiatan itu lebih efektif daripada belajar secara daring.

Sebanyak 43 sekolah di Ibu Kota sempat menghentikan PTM karena ada siswa dan guru terpapar Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan, ada 72 orang terpapar Covid-19 selama PTM 100 persen. Rinciannya, 67 orang pelajar, 2 orang pendidik, dan 3 orang tenaga kependidikan.

Berita Terkait : Puluhan Siswa Positif Covid-19, Wagub DKI: Terpapar di Luar Sekolah

“Dari 43 sekolah, sebanyak 28 di antaranya sudah kembali menggelar PTM. Yang masih tutup tinggal 15 sekolah,” ungkap Riza, di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Riza meyakini, 72 orang itu terpapar Covid-19 dari luar sekolah. Sebab, berdasarkan tes penelusuran kontak erat di sekolah menunjukkan hasil negatif.

“Dari data itu rata-rata sekolah itu ada satu dua (kasus). Ada sekolah yang tiga kasus, tapi rata-rata satu. Itu artinya penularan tidak terjadi di sekolah. Tapi di rumah atau di perjalanan,” sambungnya.

Berita Terkait : Puji Nakes Atasi Covid-19, Wagub DKI: Kalian Pahlawan

Politisi Gerindra ini menegaskan, Pemprov akan tetap melaksanakan PTM 100 persen. Karena, DKI Jakarta memenuhi syarat untuk menggelar kegiatan tersebut. Capaian vaksinasi yang tinggi juga menjadi alasan untuk tetap melanjutkan PTM 100 persen.

“Vaksinasi pendidik 92 persen, tenaga pendidik 89 persen lebih, peserta didiknya bahkan 98 persen. Syarat lainnya, kelompok lansia di DKI Jakarta sudah 71 persen, artinya kami memenuhi syarat,” ujarnya.

Alasan lainnya, para siswa di DKI Jakarta sudah dua tahun tidak melakukan PTM. Meskipun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terlaksana dengan baik, menurut Riza, kualitasnya berbeda dengan PTM di sekolah. Banyak pelajaran yang memerlukan diskusi dan praktik langsung di sekolah. Sehingga, siswa dapat memahami lebih baik dibandingkan belajar secara online.
 Selanjutnya