Dark/Light Mode

Kasus Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Wadah Pegawai KPK Kutuk Aksi Teror Kepada Bosnya

Rabu, 9 Januari 2019 16:28 WIB
Tahun 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sukses menciduk para tersangka kasus korupsi dalam 31 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Di awal tahun 2019, lembaga anti rasuah yang pasang target 200 perkara di tahun ini, justru dilemahkan oleh aksi teror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (Foto: Istimewa)
Tahun 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sukses menciduk para tersangka kasus korupsi dalam 31 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Di awal tahun 2019, lembaga anti rasuah yang pasang target 200 perkara di tahun ini, justru dilemahkan oleh aksi teror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengecam dan mengutuk upaya teror terhadap pimpinan mereka, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap menyebut, teror terhadap Agus dan Syarif terjadi ketika komisi yang mereka pimpin sedang giat-giatnya memberantas korupsi.

"Pada 2018 yang baru saja berlalu, KPK mencetak sejarah 31 operasi tangkap tangan (OTT). Tahun ini, menargetkan 200 perkara. Dan upaya pemberantasan korupsi kembali diuji,” ujar Yudi dalam pernyataannya, Rabu (9/1).

Baca juga : Wiranto: Tangkap & Hukum Pelakunya!

Yudi menilai, upaya pelemahan pemberantasan korupsi melalui intimidasi terhadap pegawai maupun pimpinan KPK, terus terjadi tanpa bisa dicegah. Sebab, pelaku berpikiran bahwa tindakan yang dilakukan tidak akan bisa terungkap.

Pernyataan Yudi mengacu pada kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, yang sampai saat ini belum terungkap. “Hal ini semakin membuktikan bahwa upaya teror terhadap pemberantasan korupsi terus berlangsung, dan tidak pernah berhenti,” imbuhnya.

Baca juga : KPK Jangan Sungkan Usut Menpora

Yudi menyebut, tindakan teror ini merupakan upaya untuk menimbulkan rasa takut dan gentar di hati pimpinan dan pegawai KPK, agar berhenti menangkapi koruptor dan menciptakan Indonesia bersih. Tapi Yudi menegaskan, Agus Rahardjo Cs tak akan gentar.

“Teror-teror kepada pimpinan KPK dan pegawai KPK tidak akan pernah menciutkan nyali kami, dalam memberantas korupsi di negeri ini. Malah, justru makin memperteguh semangat kami, bahwa korupsi harus dibasmi. Apa pun risikonya. Tentu, dengan dukungan rakyat Indonesia,” tegas Yudi.

Baca juga : Kasian KPK, Tangkap Koruptor, Malah Diteror

WP KPK mendesak Presiden Joko Widodo membongkar berbagai upaya pelemahan KPK, melalui teror kepada pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif saat ini. Termasuk, kasus penyerangan terhadap Novel. “Kami juga meminta aparat kepolisian yang saat ini sedang melakukan olah TKP, agar dapat segera melacak dan menemukan pelakunya,” tandasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.