Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tumpas Penyakit DBD Di Jakbar
Warga Dititipi Ember Isi Telur Nyamuk Wolbachia
Jumat, 27 September 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
“Kami tetap mengimbau masyarakat agar terus melakukan gerakan 3M Plus,” tutur Anas.
Peneliti Wolbachia, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad memaparkan, Wolbachia merupakan bakteri yang ditemukan secara umum pada sekitar 60 persen serangga di dunia, seperti lalat buah, kupu-kupu, lebah, capung dan lainnya.
Nyamuk Aedes aegypti secara alami tidak mempunyai bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya. Inovasi teknologi ini dilakukan dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam tubuh nyamuk melalui ribuan kali percobaan mikro-injeksi pada telur nyamuk Aedes aegypti sampai akhirnya berhasil dan diperoleh nyamuk Aedes aegypti yang dalam tubuhnya mengandung bakteri Wolbachia.
Baca juga : Garuda Muda Jaga Konsistensi
Perkembangbiakan selanjutnya dilakukan melalui pewarisan Wolbachia dari induk betina nyamuk Aedes aegypti kepada keturunannya. Sehingga, sebenarnya nyamuk Wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang dalam tubuhnya sudah terdapat bakteri Wolbachia yang dikembangbiakkan dari generasi ke generasi.
“Tidak ada rekayasa genetik dalam teknologi ini. Karena secara fisik tidak ada perubahan bentuk maupun sifat dari nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dengan nyamuk Aedes aegypti tanpa Wolbachia,” paparnya.
Ia menambahkan, selain di Indonesia, pemanfaatan teknologi Wolbachia telah dilakukan di negara lain. Yaitu Brazil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuathu, Mexico, Kiribathi, New Caledonia dan Sri Lanka. Hasilnya pun terbukti efektif untuk pencegahan Dengue.
Baca juga : Badminton Macau Open 2024, Putri KW Dan Deglo Melaju
Program pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia ini telah diuji coba di beberapa wilayah Indonesia dan dunia dengan hasil yang positif dalam mengurangi jumlah kasus DBD.
“Salah satu penelitian di Yogyakarta menunjukkan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu menurunkan angka kesakitan akibat DBD sebesar 77 persen dan menurunkan angka perawatan rumah sakit akibat DBD sebesar 86 persen,” terang Riris.
Teknologi Wolbachia untuk pengendalian Dengue telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021. Setelah dihasilkan bukti-bukti yang kuat, disertai dengan analisis risiko di Indonesia dan rekomendasi WHO, maka dilakukan tahap implementasi secara bertahap, termasuk di wilayah Jakarta.
Baca juga : Sarwendah, Sudah Cerai, Tak Dinafkahi Ruben
DBD masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, terutama selama musim hujan. Hingga September 2024, tercatat sebanyak 12.107 kasus DBD ditemui di DKI Jakarta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya