Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gunakan Pembiayaan Kewajiban Swasta
Proyek Infrastruktur Pejalan Kaki Digeber
Kamis, 17 Oktober 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menyatakan, pihaknya bersama Waskita, Nindya Karya dan LRS KSO mencatatkan progres positif pembangunan LRT Jakarta Fase 1B pada pekan pertama Oktober dan terus menunjukkan kemajuan progress yang signifikan pada sejumlah pekerjaan. Ditargetkan deviasi positif pada akhir Oktober 2024 mencapai 34,503 persen.
Iwan menyebut, saat ini progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B sudah mencapai pengecoran slabdeck viaduct sampai 1,4 km serta pemasangan third rail pada sepanjang jalur Stasiun Velodrome menuju Stasiun Rawamangun. Progres positif juga dicatatkan pada pembangunan Stasiun Rawamangun yang mencapai mencapai 38,04 persen.
Pekerjaan struktur stasiun yang sudah rampung seperti pekerjaan arsitektur stasiun, pada bagian penutup atap dan lantai fasad. Sedangkan untuk bagian akses pengunjung di Stasiun Rawamangun, seperti pemasangan eskalator dan linkway stasiun terus dilakukan.
Baca juga : Takluk Dari Tuan Rumah China, STY Tegaskan Bukan Akhir Dari Segalanya
”Kami optimis pembangunan LRT Jakarta Fase 1B akan selesai tepat waktu sehingga dapat memudahkan mobilitas masyarakat nantinya,” kata Iwan. Meski proses akselerasi pembangunan dilaksanakan, lanjut dia, Jakpro tetap mengutamakan safety.
“Harus inline safety dan konstruksi. Jangan pembangunan konstruksi diakselerasi, kemudian safety-nya diabaikan,” ujarnya.
LRT Jakarta Fase 1B dengan panjang 6,4 kilometer akan memiliki lima stasiun baru, yakni Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman dan Stasiun Manggarai.
Baca juga : Selamat Usai 67 Hari Terdampar Di Laut
Sebelumnya, LRT Fase 1A sudah beroperasi melayani enam stasiun. Yakni Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. Nantinya, total panjang jalur dari Stasiun Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Stasiun Manggarai mencapai 12,2 km dengan waktu tempuh sekitar 26 menit. Dengan terbangunnya Fase 1B akan mampu membawa 80.000 penumpang per hari secara bertahap.
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengapresiasi progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Azas menyebut, dilanjutkannya pembangunan dan pengembangan LRT Jakarta Fase 1B ini bukti keberpihakan Pemprov DKI Jakarta menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau untuk warga Jakarta dan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
“Akhirnya setelah lima tahun didiamkan, Pj Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono melanjutkan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B,” ujarnya. proyek ini adalah wujud nyata komitmen untuk membangunkan sarana transportasi publik massal modern dan mengatasi kemacetan Jakarta.
Baca juga : Bulutangkis Denmark Open 2024, Jojo Ganyang Malaysia
Azas bilang, berkembangnya layanan LRT Jakarta serta transportasi publik lainnya di Jakarta di bawah pimpinan Pj Heru adalah fondasi kuat membangun integrasi layanan transportasi publik massal. Pengembangan layanan transportasi publik ini harus dilanjutkan.
“Mendiamkan pembangunan sarana transportasi publik yang sudah ada berarti menghancurkan layanan publik kepada warga dan kota Jakarta. Tidak ada alasan gubernur Jakarta selanjutnya tidak melanjutkannya,” tegasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 17 Oktober 2024 dengan judul Gunakan Pembiayaan Kewajiban Swasta, Proyek Infrastruktur Pejalan Kaki Digeber
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya