Dark/Light Mode

Hembusan Angin Siberia Masuk Jakarta

Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember

Sabtu, 7 Desember 2024 06:50 WIB
Kepala Badan Meteorolo­gi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto: Dok. BMKG)
Kepala Badan Meteorolo­gi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto: Dok. BMKG)

 Sebelumnya 
Permintaan senada dilontar­kan Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo. Rio minta Pemprov segera menggencarkan dan meningkatkan pengerukan kali dan saluran air.

“Supaya sedimentasi bisa diminimalisir,” kata Rio, Rabu (4/12/2024).

Rio bilang, kegiatan ini harus dilakukan secara konsisten dan berkala, untuk mencegah banjir gara-gara saluran air mampet. “Saluran air baik di jalan raya maupun jalan lingkungan, khu­susnya di wilayah rawan banjir,” ucapnya.

Selain itu, Rio meminta Pem­prov mempersiapkan mesin pompa air di daerah rawan banjir.

Baca juga : Anya Geraldine, Pacar Chef Reynold

“Intisari penanganannya harus komprehensif atau menyeluruh, integral atau menyatu dan holis­tik atau utuh,” pungkasnya.

Banjir masih menjadi momok Jakarta. Itu lantaran Jakarta berada di wilayah dataran rendah dengan belasan aliran sungai. Selain itu, dampak perubahan iklim seperti anomali curah hu­jan yang semakin tinggi me­nambah risiko bencana banjir di Jakarta.

Selain faktor alam, penggu­naan air tanah untuk kebutuhan rumah tangga dan industri yang berlebihan menyebabkan penu­runan muka tanah. Hal tersebut turut berkontribusi akan bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memiliki beberapa upaya guna menangani banjir. Beberapa di antaranya mulai dari pembangunan infrastruktur, pengera­han petugas ke titik strategis, hingga skema terintegrasi penanganan banjir.

Baca juga : Menko Polkam: Ada 3,3 Juta Orang Pengguna Usia 15-24 Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Ke­pala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum men­gatakan, penyediaan sarana dan infrastruktur pengendali banjir menjadi komitmen Pemprov DKI untuk melindungi kota dan warga dari dampak banjir yang merugikan.

Namun, ditekankan Ika, penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemprov DKI saja. Butuh kerja sama dengan berbagai pihak lainnya.

“Permasalahan banjir di Ja­karta membutuhkan sinergi antar instansi. Wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) menghadapi masalah kewilayahan serupa seperti banjir,” kata Ika.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat seperti menjaga lingkungan akan berdampak pada pengurangan risiko banjir di Jakarta.

Baca juga : Pram-Rano Unggul di 6 Wilayah Jakarta

“Serta mematuhi aturan akan menjaga wilayah Jakarta dari ancaman banjir seperti tidak membuang sampah sembaran­gan,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 7 Desember 2024 dengan judul Hembusan Angin Siberia Masuk Jakarta, Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.