Dark/Light Mode

Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

Jumat, 6 Desember 2024 07:15 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty. (Foto: Dok. DPR RI)
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty mengatakan, perlunya sinergi antar-kementerian/lembaga untuk memajukan ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia, termasuk kolaborasi global dengan brand (merek) internasional untuk mendorong sisi promosinya.

“Kita butuh terobosan be­sar hasil kolaborasi antar-ke­menterian/lembaga mulai dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian UMKM, Kemen­terian Pariwisata, Kementerian BUMN. Ini tidak bisa diker­jakan sendirian. Kita dorong kementerian/lembaga ini duduk bersama punya konsep besar dan strategi bersama, dari hulu ke hilir,” kata Evita.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

Baca juga : Eks Warga Kolong Tol Kini Bisa Tidur Pules

Menurut Evita, potensi eko­nomi kreatif Indonesia ini sangat besar, sehingga butuh keber­samaan untuk menghasilkan gelombang atau dampak besar di pasar global. Kolaborasi dengan brand global menjadi strategi penting mempromosi­kan produk kreatif. Ia pun ber­harap kementerian terkait bisa mengajak brand internasional untuk berkolaborasi dengan produk kreatif Tanah Air, seperti batik.

"Bisa kerja sama dengan merek global. Seperti Dior, Louis Vuitton dengan batik, perlu lebih sering dilakukan," katanya.

Evita juga menyoroti ke­mungkinan kolaborasi dengan restoran atau toko internasional yang dapat memperkuat posisi produk kreatif Indonesia. "Ku­liner Indonesia banyak diminati. Negara kita sumber rempah-rempah terbaik dunia, kekay­aan laut kita juga bukan main, dipadu dengan kekayaan tradisi yang tidak ada bandingannya, serta manusia-manusia kreatif di banyak subsector unggulan. Ini modal besar kita untuk mendo­rong lebih banyak produk lokal yang berdaya saing ke pasar global," ujarnya.

Baca juga : Sang Dewi Incar Puncak Klasemen

Diaspora Indonesia juga diminta untuk aktif mempro­mosikan produk lokal di negara tempat tinggalnya. "Diaspora In­donesia harus dilibatkan dalam promosi ini. Seperti kolaborasi restoran internasional dengan menu khas Indonesia. Begitu juga dengan kriya atau kerajinan tangan, film, animasi, musik, seni pertunjukan, dan seterus­nya," ucapnya.

Selain itu, menurut Evita, me­dia juga harus mengambil peran strategis dalam mempromosikan produk unggulan nasional. Me­dia dinilai mampu menjadi alat efektif untuk memperluas jang­kauan produk kreatif ke pasar yang lebih besar.

"Media kita dapat menggerak­kan ekonomi kreatif. Sekaligus mendorong produk unggulan kita lebih dikenal secara global. Dalam hal ini mungkin kita perlu lembaga yang bisa membangun message-nya atau konten yang tepat khusus untuk pasar global," katanya.

Baca juga : Redick Menanggung Malu

Evita juga berpandangan, perlu regulasi yang mendukung equal treatment bagi pelaku usaha ekonomi kreatif, penyederhanaan regulasi perizinan yang membe­bani, memberikan insentif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif lokal, hingga strategi pemberian stimulant dana ekonomi kreatif, pengembangan kualitas SDM dan lainnya agar terbangun eko­sistem yang baik untuk mendo­rong industri kreatif lebih maju dan berdaya saing tinggi.

Terakhir, Evita mengusulkan penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator melalui pengembangan home creativity dan creative hub atau bentuk kolaborasi lainnya terkait orang atau usaha kreatif, yang di­harapkan mampu mempercepat inovasi dalam berbagai sektor ekonomi kreatif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.