Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Masih Banyak Warga Yang BAB Sembarangan
Duh, 5.000 Rumah Tangga Di DKI Nggak Punya Toilet
Selasa, 4 Februari 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, hingga 2024 masih ada 5 ribu lebih atau 0,19 persen dari 2,8 juta rumah tangga di Jakarta belum memiliki toilet, sehingga mereka melakukan buang air besar (BAB) sembarangan.
Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muhammad Lefy prihatin dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, Lefy mendorong Perumda Paljaya mencegah dan menanggulangi masalah BAB sembarangan. Menurutnya, Paljaya perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya BAB sembarangan.
“Meningkatkan kesadaran masyarakat soal lingkungan perlu jadi prioritas agar Sumber Daya Manusia (SDM) kita meningkat,” kata Lefy di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Untuk itu, Lefy meminta, Perumda Paljaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mensosialisasikan stop BAB sembarangan di kalangan siswa.
Baca juga : Liga Primer Inggris, Meriam London Bombardir City
Tujuannya, menambah pengetahuan anak-anak sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan, termasuk tidak BAB sembarangan. Sehingga siswa dapat terhindar dari berbagai penyakit infeksi dan dapat tumbuh dengan optimal.
“Mulai dari sekolah dasar, kita sampaikan bahwa air limbah akan menjadi masalah penting untuk kesehatan,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan Anggota Komisi B Wa Ode Herlina. Dia mendorong Perumda Paljaya menggandeng Rukun Warga (RW) dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasi stop BAB sembarangan. Sehingga imbauan yang disampaikan bisa lebih didengar atau ditaati warga.
“Langkah ini untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jakarta,” kata Herlina.
Baca juga : Kata Pesaing Beratnya, Sinner Masih Yang Terbaik
Menghentikan prilaku BAB sembarangan merupakan salah satu fokus Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta 2025-2045. Dalam naskah akademik RPJPD tersebut, disebutkan bahwa pengelolaan sanitasi dan pengelolaan air limbah di Jakarta masih terbatas.
“Jakarta menghadapi tantangan serius yang memerlukan perhatian mendalam untuk mencapai standar kesehatan masyarakat yang baik dan menjaga lingkungan yang berkelanjutan,” tulis naskah itu.
Salah satu hal mendasar dari masalah tersebut, yakni ketidakseimbangan antara pertumbuhan populasi dan infrastruktur sanitasi.
“Jumlah penduduk yang terus meningkat di Jakarta menyebabkan peningkatan limbah domestik dan komersial,” terangnya.
Baca juga : Santai Terjerat Banyak Kasus
Dia mengungkapkan, akses sanitasi di Jakarta masih terdapat gap (ketimpangan) sebesar 38,82 persen untuk mencapai 60 persen akses sanitasi aman, inklusif, dan berkelanjutan di 2045. Data Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) hingga 2024 cakupan aman perpipaan di Jakarta baru sebesar 21,18 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya