Dark/Light Mode

Masih Banyak Warga Yang BAB Sembarangan

Duh, 5.000 Rumah Tangga Di DKI Nggak Punya Toilet

Selasa, 4 Februari 2025 06:50 WIB
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, hingga 2024 masih ada 5 ribu lebih atau 0,19 persen dari 2,8 juta rumah tangga di Jakarta belum memiliki toilet, sehingga mereka melakukan buang air besar (BAB) sembarangan.

Sekretaris Komisi B De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muhammad Lefy priha­tin dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, Lefy mendorong Perumda Paljaya mencegah dan menanggulangi masalah BAB sembarangan. Menurutnya, Pal­jaya perlu melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya BAB sembarangan.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat soal lingkungan perlu jadi prioritas agar Sumber Daya Manusia (SDM) kita meningkat,” kata Lefy di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Untuk itu, Lefy meminta, Perumda Paljaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dis­dik) DKI Jakarta mensosialisasikan stop BAB sembarangan di kalangan siswa.

Baca juga : Liga Primer Inggris, Meriam London Bombardir City

Tujuannya, menambah pengetahuan anak-anak sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan, termasuk tidak BAB sembarangan. Sehingga siswa dapat terhindar dari berbagai pe­nyakit infeksi dan dapat tumbuh dengan optimal.

“Mulai dari sekolah dasar, kita sampaikan bahwa air limbah akan menjadi masalah penting untuk kesehatan,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan Ang­gota Komisi B Wa Ode Herlina. Dia mendorong Perumda Palja­ya menggandeng Rukun Warga (RW) dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasi stop BAB sembarangan. Sehingga imbau­an yang disampaikan bisa lebih didengar atau ditaati warga.

“Langkah ini untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jakarta,” kata Herlina.

Baca juga : Kata Pesaing Beratnya, Sinner Masih Yang Terbaik

Menghentikan prilaku BAB sembarangan merupakan salah satu fokus Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta 2025-2045. Dalam naskah aka­demik RPJPD tersebut, disebut­kan bahwa pengelolaan sanitasi dan pengelolaan air limbah di Jakarta masih terbatas.

“Jakarta menghadapi tantangan serius yang memerlukan perhatian mendalam untuk men­capai standar kesehatan masyarakat yang baik dan menjaga lingkungan yang berkelanjutan,” tulis naskah itu.

Salah satu hal mendasar dari masalah tersebut, yakni ketidakseimbangan antara pertumbuhan populasi dan infrastruktur sanitasi.

“Jumlah penduduk yang terus meningkat di Jakarta menyebab­kan peningkatan limbah domes­tik dan komersial,” terangnya.

Baca juga : Santai Terjerat Banyak Kasus

Dia mengungkapkan, akses sanitasi di Jakarta masih ter­dapat gap (ketimpangan) sebesar 38,82 persen untuk mencapai 60 persen akses sanitasi aman, inklusif, dan berkelanjutan di 2045. Data Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) hingga 2024 cakupan aman perpipaan di Jakarta baru sebesar 21,18 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.