Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pram-Doel Bakal Tambah Jumlah Kuota Penerima Bansos KJMU 2025
Selasa, 18 Februari 2025 20:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pramono Anung dan Rano Karno berkomitmen memulihkan kuota penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sempat dipotong pada tahun 2024.
Ketua Tim Transisi Ima Mahdiah menegaskan pentingnya pemulihan kuota KJMU untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi mahasiswa Jakarta.
Penerima KJMU untuk tahap kedua di tahun 2024 berjumlah 15.648 mahasiswa, jumlah yang lebih rendah dari kuota yang seharusnya. Pemangkasan kuota ini menimbulkan dampak bagi ribuan mahasiswa yang sebelumnya memenuhi syarat namun tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya.
Baca juga : Pelunasan Biaya Haji Jemaah Reguler Dibuka 14 Februari-14 Maret 2025
Pendaftaran KJMU Tahun 2025 dijadwalkan pada 10-21 Maret 2025, dengan proyeksi penerima sebanyak 20.000 mahasiswa, sesuai dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Pada tahun 2025, kuota penerima KJMU akan mencakup 15.648 mahasiswa penerima lanjutan, 424 mahasiswa yang dicoret pada tahap II 2024 karena dugaan kepemilikan mobil atau aset bernilai lebih dari Rp 1 miliar, namun telah mengajukan sanggahan dan terbukti memenuhi syarat. Selain itu, sebanyak 3.928 mahasiswa baru dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terakreditasi B dan C di Jakarta juga akan menerima bantuan tersebut.
Ima berharap, pemangkasan kuota tidak terjadi lagi pada tahap berikutnya dan program ini tetap dapat berjalan dengan jumlah penerima yang optimal.
Baca juga : Pelaku Tawuran Dan Pengguna Narkoba Di-blacklist Dari Penerima KJP Plus Dan KJMU
"Kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu tetap terjaga. Pemangkasan penerima KJMU pada tahun 2024 telah berdampak pada ribuan mahasiswa yang seharusnya mendapatkan hak mereka," ujar Ima dalam keterangan resminya, Selasa (18/2/2025).
Ima menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dikesampingkan. Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Pramono Anung dan Rano Karno berjanji menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan Jakarta. Ima juga memastikan bahwa program KJMU akan tetap berjalan dan kuotanya akan dipulihkan seperti semula.
"Mas Pramono dan Bang Doel sudah menyampaikan dengan jelas bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada mahasiswa Jakarta yang terhambat pendidikannya hanya karena kendala biaya. Kami akan memastikan bahwa program ini tetap berjalan dan kuotanya kembali seperti semula," tegas Ima.
Baca juga : Dahnil Anzar Sambangi Muhammadiyah & NU, Diskusi Persiapan Haji 2025
Sebagai bagian dari pemulihan dan peningkatan sistem, Ima juga mengungkapkan pentingnya transparansi dalam proses seleksi penerima KJMU. Proses verifikasi harus dilakukan dengan cermat, sehingga tidak ada mahasiswa yang kehilangan haknya karena kesalahan administrasi atau sistem verifikasi yang tidak adil.
Pendaftaran KJMU 2025 akan dilakukan dengan sistem verifikasi yang lebih baik, di mana verifikasi hanya akan dilakukan sekali untuk masa studi 4 tahun.
Ima menyatakan, anggaran untuk program KJMU akan dipastikan digunakan secara optimal dan tepat sasaran. Ia akan terus mengawal agar program ini berjalan sesuai rencana dan memastikan mahasiswa yang terdampak pemangkasan kuota tahun lalu dapat kembali mendapatkan hak mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya