Dark/Light Mode

Sejumlah Wilayah Di Jakarta Terendam

Duh, Alat Pengeras Suara Peringatan Banjir Rusak

Kamis, 6 Maret 2025 06:50 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meninjau kawasan terdampak banjir Kali Grogol di Jalan Kamboja, RT 05/08, Lebak Bulus, Cilandak, Ja­karta Selatan, Selasa (4/3/2025). (Foto: X/DKIJakarta)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meninjau kawasan terdampak banjir Kali Grogol di Jalan Kamboja, RT 05/08, Lebak Bulus, Cilandak, Ja­karta Selatan, Selasa (4/3/2025). (Foto: X/DKIJakarta)

 Sebelumnya 
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, penanganan darurat bencana warga terdampak banjir telah dilaksanakan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Penanganan sesuai SOP, seperti kesiapan makanan siap saji dan peralatan dan infrastruktur pendukung tanggap darurat bagi warga terdampak. Upaya penanganan ini telah berjalan otomatis tanpa perlu menunggu instruksi darinya.

Karena itu, Rano mengapresiasi upaya yang telah dilakukan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan me­minta mereka tetap mempertahankan seluruh proses penangan agar tetap sesuai SOP. Hal ini penting agar setiap tindakan yang dilakuan bisa dipertang­gungjawabkan dengan baik.

“Di sini ada sekitar 300 jiwa warga yang terdampak. Ada pengungsian di dua lokasi dan semua penanganan sudah sesuai SOP,” kata Rano, saat meninjau kawasan terdampak banjir Kali Grogol di Jalan Kamboja, RT 05/08, Lebak Bulus, Cilandak, Ja­karta Selatan, Selasa (4/3/2025).

Baca juga : OJK Happy Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid

Untuk mengatasi dan mengurangi dampak banjir, Pem­prov telah menerapkan berbagai teknologi dan sistem pemantau­an canggih. Langkah ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat respons, serta me­minimalisir risiko bagi warga.

Pemprov telah mengembang­kan berbagai teknologi digital untuk memantau, mendeteksi dan memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir. Sistem ini mengintegrasikan sensor canggih, kecerdasan buatan, serta analisis data dalam satu platform digital.

Ada tiga teknologi utama yang digunakan untuk peringatan ban­jir di Jakarta. Pertama, Sistem Peringatan Dini Banjir (Early Warning System-EWS).

Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) DKI Ja­karta telah memasang sistem peringatan dini banjir EWS berbasis digital di 90 titik lokasi rawan banjir yang tersebar di 73 kelurahan. Yakni Jakarta Pusat 4 titik di 4 kelurahan; Jakarta Utara: 13 titik di 13 kelurahan; Jakarta Barat: 16 titik di 10 kelu­rahan; Jakarta Selatan: 25 titik di 18 kelurahan dan Jakarta Timur: 32 titik di 28 kelurahan.

Baca juga : Real Sociedad Vs Manchester United, Setan Merah Ogah Kepleset Lagi

Kedua, Toa Peringatan Dini Banjir (Disaster Warning Sys­tem-DWS). Sejak tahun 2021, BPBD Jakarta juga telah mema­sang DWS yang berfungsi sebagai alat pengeras suara untuk memberikan peringatan dini di daerah rawan banjir.

Sistem ini memberikan in­formasi kenaikan debit air dari Katulampa (Bogor), Krukut Hulu dan Pesanggrahan, dengan tingkat peringatan, yakni Siaga 3 (Waspada), Siaga 2 (Siaga) dan Siaga 1 (Awas).

Ketiga, Sistem Informasi Sia­ga Banjir. Selain sistem digital mitigasi banjir yang dimiliki BPBD Jakarta, Unit Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga mengelola berbagai alat pemantauan elektronik, seperti CCTV, alat pengukur tinggi muka air otomatis (Automatic Water Level Recorder-AWLR) dan alat pengukur curah hujan otomatis (Automatic Rainfall Recorder- ARR).

Hingga 2 Desember 2024, jaringan pemantauan banjir Jakarta mencakup 118 unit CCTV yang tersebar di 111 lokasi. Ter­masuk rumah pompa, pintu air dan pos pemantauan di Jabode­tabek; 28 sensor tinggi muka air otomatis (TMA) yang terpasang di seluruh wilayah administrasi Jakarta.

Baca juga : Tenis Indian Wells Open 2025, Alcaraz Incar Gelar Ketiga

Kemudian, 2 unit di Bogor (Katulampa dan Cibalok) serta 1 unit di Depok (Jembatan Pa­nus) dan 55 alat pengukur curah hujan otomatis (ARR) yang tersebar di wilayah Jakarta, Bo­gor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Banten. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.